11 Petugas Haji Kabupaten Jember Ikuti Bimtek PPIH Kloter Terintegrasi Embarkasi Surabaya — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 17 Maret 2025

11 Petugas Haji Kabupaten Jember Ikuti Bimtek PPIH Kloter Terintegrasi Embarkasi Surabaya

Jember (Humas) --- Sebanyak 11 petugas haji dari Kabupaten Jember yang terdiri dari 6 orang ketua kloter (Achmad Fathor Rosyid, Abdul Latif Anwar, Rusydi Baya’gub, Muhammad Izudin, Faisol Abrari, Burhanuddin)  dan 5 orang pembimbing ibadah haji (Kasman, Zainal Arifin, Abd. Hamid, Syarif Hidayat, Ahmad Tholabi) mengikuti Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Terintegrasi Tahun 1446 H/2025 M. Kegiatan ini resmi dibuka pada Sabtu (15/3) di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dan akan berlangsung hingga Rabu (19/3).

Bimtek PPIH ini diikuti oleh 195 peserta yang terdiri dari para ketua kloter dan pembimbing ibadah haji. Dari jumlah tersebut, 187 orang berasal dari Jawa Timur dengan rincian 93 ketua kloter dan 94 pembimbing ibadah haji. Sementara itu, petugas dari Bali berjumlah 4 orang yang terdiri dari 2 ketua kloter dan 2 pembimbing ibadah haji, serta dari Nusa Tenggara Timur juga berjumlah 4 orang dengan komposisi yang sama.

Selain itu, sebanyak 97 tenaga kesehatan juga akan bergabung dalam kegiatan bimtek ini pada Minggu (16/3) malam. Dengan demikian, total peserta Bimtek PPIH Kloter Terintegrasi Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 292 orang.

Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kompetensi petugas haji dalam melayani jemaah haji selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Materi yang diberikan mencakup aspek teknis penyelenggaraan haji, manajemen kloter, serta bimbingan ibadah haji guna memastikan pelayanan yang optimal bagi para jemaah.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya tugas individu, melainkan tugas nasional yang berdampak luas bagi Indonesia di mata dunia.

“Apa yang dilakukan oleh petugas haji akan memberikan dampak besar, baik itu kebaikan maupun keburukan, tidak hanya pada jemaah, tetapi juga bagi Indonesia di mata dunia. Kita harus menjaga dan mempertahankan reputasi baik yang telah diakui oleh negara lain, bahwa Indonesia adalah negara yang paling baik dalam mengelola perhajian,” tegas Kakanwil dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga serta koordinasi yang baik dalam menjalankan tugas. “Tunjukkan kerja kolaborasi, kerja sinergi, dan tunjukkan bahwa kita bisa bekerja sama dengan baik, karena kita adalah representasi dari Kemenag dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab besar diemban oleh para petugas haji, yaitu dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. “Bimbinglah jemaah haji dengan pengetahuan yang baik agar ibadah mereka berjalan lancar dan mabrur,” tambahnya.

Selain itu, profesionalisme dalam pelayanan juga menjadi perhatian utama Kakanwil. Ia mengingatkan bahwa jemaah haji memiliki latar belakang budaya, suku, dan pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu, petugas harus melayani dengan sungguh-sungguh tanpa membeda-bedakan. “Sinergikan layanan dengan petugas lain, dan jangan sampai ada keluhan dari jemaah yang merasa tidak mendapatkan layanan yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Perlindungan terhadap jemaah haji juga menjadi poin utama dalam arahan Kakanwil. Ia menegaskan bahwa petugas haji harus selalu siap membantu dan melindungi jemaah dari segala bentuk bahaya. “Jangan pernah merasa itu bukan tugas saya, karena tugas kita adalah melindungi setiap jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan pentingnya memandirikan jemaah agar mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Ia mengajak seluruh petugas untuk membangun integritas, dedikasi, komitmen, dan kebersamaan dalam tim. “Bimbingan teknis ini adalah upaya untuk membangun keselarasan antara apa yang disepakati dan apa yang akan kita lakukan,” katanya.

Di akhir arahannya, Kakanwil mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Tugas ini adalah amanah, bukan hanya kepada negara, tetapi juga kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sebagai penutup, Kakanwil mengajak seluruh petugas haji untuk selalu menjaga kebersamaan dalam bekerja. “Jangan bekerja sendirian. Tim harus saling menguatkan, mengisi, dan melengkapi. Tinggalkan jabatan dan status sosial, mari fokus untuk kenyamanan, keamanan, dan kelancaran ibadah jemaah,” pungkasnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petugas haji, khususnya dari Kabupaten Jember, dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada para jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)