
Jember (Humas) --- Masih dalam semangat Hari Sumpah Pemuda ke-97, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan 2023 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengikuti kegiatan pembinaan tentang pentingnya zakat profesi.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Jember, Selasa (28/10/2025) ini berlangsung sesaat setelah pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda dan menjadi sarana untuk menumbuhkan pemahaman serta kesadaran ASN terhadap makna syukur dan kepedulian sosial melalui zakat profesi.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd, menyampaikan pesan tentang hakikat rasa syukur sebagai aparatur negara. Ia menegaskan bahwa mengenakan seragam KORPRI bukan sekadar atribut, melainkan simbol kehormatan dan tanggung jawab.
“Semua orang bisa memakai seragam KORPRI, tapi tidak semua bisa memakainya secara resmi. Saat pengangkatan PPPK tahap II kemarin, banyak yang menangis terharu karena bisa mengenakan baju KORPRI. Maka mari kita senantiasa bersyukur atas hal tersebut,” ujar Santoso.
Namun, lanjutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam perubahan positif dan peningkatan kinerja.
“Syukur harus diwujudkan dengan membuat perubahan yang lebih baik. Seperti halnya Kemenag Jember yang berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Itu juga wujud syukur kami,” jelasnya.
Santoso kemudian mencontohkan sejumlah inovasi layanan publik yang telah dikembangkan oleh Kemenag Jember, di antaranya ruang konsultasi, ruang laktasi, ruang tenang, ruang kesehatan, ruang VIP, ruang BERSINAR, area bermain anak, hingga fasilitas dan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Kemenag Jember juga meningkatkan layanan jemput bola, seperti pendampingan nikah bagi penyandang tuna rungu dan layanan administrasi haji (JALAVISA).
Dalam konteks itu, Santoso menekankan bahwa zakat profesi adalah salah satu bentuk nyata rasa syukur seorang ASN.
“Masih banyak di luar sana yang gajinya jauh di bawah kita. Maka zakat profesi ini menjadi sarana kita untuk berbagi dan bersyukur. Syukur bukan hanya di lisan, tapi diwujudkan dalam kepedulian,” tuturnya.

Pembinaan di lanjutkan oleh Dr. Abdul Basid, S.Pd.I, M.Pd.I, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jember. Ia menjelaskan bahwa zakat profesi merupakan sarana spiritual untuk membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan.
“Zakat profesi ini disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti santunan yatim piatu, kegiatan Hari Amal Bakti, hingga membantu guru madrasah non-ASN dan petugas keamanan. Zakat tidak akan mengurangi harta kita, justru menambah keberkahan,” jelasnya.
Basid juga mengajak para ASN PPPK untuk berpartisipasi aktif dalam program zakat profesi Kemenag Jember.
“Melalui zakat profesi, kita menyalurkan sebagian rezeki kita untuk kemaslahatan umat. Ini bukan hanya tentang berbagi, tapi juga menumbuhkan rasa syukur dan solidaritas sosial di lingkungan ASN,” imbuhnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, seluruh peserta pembinaan menandatangani surat pernyataan persetujuan untuk ikut dalam program zakat profesi Kemenag Jember. Penandatanganan ini menjadi simbol kesadaran baru bahwa keberkahan penghasilan tidak hanya terletak pada jumlah yang diterima, tetapi juga pada seberapa besar manfaatnya bagi sesama.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Kemenag Jember terus berupaya membangun budaya ASN yang profesional, berkarakter, bersyukur, dan peduli terhadap masyarakat. Melalui pembinaan ini, diharapkan semangat syukur ASN PPPK angkatan 2023 dapat terwujud dalam aksi nyata melalui kepatuhan berzakat, peningkatan kualitas pelayanan, dan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.