Jember (Humas) --- MTsN 2 Jember menggelar Tasyakuran Masjid Nur Mujahidin yang dirangkai dengan pembinaan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I, pada Jumat (8/8). Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan Kantor Kemenag Kabupaten Jember, di antaranya Kepala Kantor Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha Faisol Abrari, M.Pd.I, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Moh Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala MTsN 2 Jember, Nur Aliyah, M.Pd., yang menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan Masjid Nur Mujahidin. “Ini merupakan mimpi yang terwujud. Terasa mustahil di awal, tapi niat baik selalu menemukan jalannya,” ujarnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari orang tua, para guru, hingga dukungan penuh Kantor Kemenag Jember. Sejak masjid berdiri, aktivitas ibadah siswa terus berjalan, bahkan ke depan pihak madrasah berencana membangun Ma’had bagi siswa dari luar Jember.
Ketua Komite MTsN 2 Jember, Dr. Hermin Suhermin, M.Pd., menegaskan bahwa masjid ini adalah hasil kerja keras bersama. “Kita harus bangga atas pencapaian ini. Semoga menjadi berkah dan amal jariyah bagi kita semua,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi proses pembangunan yang rapi dan terdokumentasi dengan baik, sejalan dengan jargon BERSINAR (Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah) Kemenag Jember.
Dalam sesi pembinaan, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Akhmad Sruji Bakhtiar, M.Pd.I, mengajak seluruh warga madrasah untuk memaknai pembangunan masjid sebagai amal mulia. “Kalau kita membangun masjid, maka Allah akan membangunkan rumah untuk kita di surga,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan akan menghadapi tantangan, mulai dari kritik, rasa lelah, hingga kegagalan. “Jangan tanggapi kritik dengan kata-kata, tapi buktikan dengan aksi. Siaplah untuk gagal, karena dari kegagalan kita belajar untuk bangkit lebih kuat,” pesannya.
Beliau juga menekankan pentingnya kesabaran, keistiqamahan, dan keberanian kepala madrasah untuk bermimpi besar. Menutup acara, ia mengingatkan bahwa masjid ini merupakan tanggung jawab bersama. “Mari kita rawat, kita jaga, dan kita jadikan sebagai pusat pembersihan hati,” pungkasnya.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun serta memakmurkan rumah ibadah di lingkungan madrasah.