Jaga Alam Itu Ibadah! Kemenag Jember Dorong Ekoteologi di Madrasah

Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. H. Santoso, S.Ag., M.Pd., membuka sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Asesmen Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Balung, Kamis (2/4/2026).

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Balung ini berlangsung di Aula MI Bustanul Ulum 07 Tutul Balung, dengan mengusung tema “Implementasi Ekoteologi dalam Pendidikan.” Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus penguatan karakter peserta didik berbasis nilai-nilai keislaman dan kepedulian lingkungan.

 

Dalam pemaparannya, Santoso menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan perpaduan antara nilai-nilai teologi dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi merupakan bagian dari ibadah.

 

“Manusia adalah khalifah di muka bumi. Maka menjaga alam adalah amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat konsep utama dalam ekoteologi Islam yang perlu dipahami dan diinternalisasikan dalam pembelajaran, yaitu khalifah (manusia sebagai pengelola bumi), amanah (alam sebagai titipan yang harus dijaga), mizan (keseimbangan alam yang tidak boleh dirusak), serta ihsan (berbuat baik kepada seluruh makhluk).

 

Santoso mendorong para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada, seperti Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadits, IPA, hingga Bahasa Indonesia, tanpa harus menjadikannya sebagai mata pelajaran tersendiri.

 

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembiasaan lingkungan sebagai bagian dari hidden curriculum yang memiliki dampak besar dalam membentuk karakter peserta didik. Beberapa program konkret yang dapat diterapkan di madrasah antara lain Jum’at Bersih, Bank Sampah Madrasah, Kebun Kelas, kampanye melalui poster lingkungan, serta pembacaan doa kelestarian alam setelah doa pagi bersama.

“Keteladanan adalah kunci. Apa yang dilakukan guru akan lebih membekas daripada apa yang hanya diajarkan,” imbuhnya.

 

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, 2–3 April 2026, dengan menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, termasuk Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jember, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., yang memaparkan kebijakan kurikulum madrasah.

 

Rangkaian materi pelatihan meliputi implementasi pendekatan deep learning, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis cinta, asesmen pembelajaran mendalam, serta penyusunan rencana tindak lanjut.

 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menanamkan karakter cinta lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan.

Accessibility