Jember (Humas) --- Komitmen menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat terus diwujudkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Pada Kamis (20/11/2025), KUA Kecamatan Mayang bersama Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) Jember menyerahkan bantuan modal usaha kepada delapan penerima manfaat dengan total bantuan mencapai Rp 37.060.500, berupa modal, peralatan usaha, serta pendampingan berkelanjutan sesuai jenis usaha masing-masing penerima. Program ini secara khusus menyasar para guru ngaji yang selama ini berkontribusi besar dalam peningkatan literasi keagamaan di masyarakat.
Kepala KUA Mayang, Zaenal Arifin, S.Ag, M.Sy, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dipantau agar program kolaborasi dapat berkelanjutan. Ia mengingatkan para penerima manfaat bahwa masih banyak masyarakat yang layak menerima bantuan serupa. Karena itu, bantuan ini harus disyukuri dengan mengelola usaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan dan semakin mengokohkan semangat sebagai pendidik Al-Qur’an. Ia juga mendoakan agar kebaikan YDSF dalam memberdayakan ekonomi umat menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala.
Sementara itu, Kepala Cabang YDSF Jember, Deki Zulkarnain, menegaskan bahwa kerja sama ini telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan memberikan hasil positif. Para penerima di tahun lalu mampu mempertahankan usahanya dan mengalami peningkatan pendapatan. Hal tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan program. Selain mendistribusikan modal usaha, YDSF juga memberikan pelatihan dan pemantauan perkembangan usaha secara berkala. Program serupa juga dilakukan di Kecamatan Sukorambi dengan fokus pemberdayaan petani kopi melalui diversifikasi usaha pisang Kirana yang telah memiliki jaminan pasar. Ke depan, program akan diperluas ke kecamatan lainnya untuk memperluas dampak pemberdayaan.
Pada kesempatan yang sama, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jember, Dr. Abdul Basid, S.Pd.I, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah dalam penguatan ekonomi umat. Ia menjelaskan bahwa guru ngaji adalah kelompok yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat, sehingga penguatan ekonomi mereka menjadi penting agar kelak mampu turut memberikan manfaat kepada orang lain. Ia juga mensosialisasikan pentingnya sertifikasi tanah wakaf sebagai upaya melindungi aset wakaf dari potensi sengketa dan mengimbau masyarakat yang memiliki tanah wakaf belum bersertifikat untuk segera mengurusnya.
Usai sambutan, dilakukan serah terima bantuan secara simbolis dan dilanjutkan dengan penguatan wirausaha bagi penerima manfaat. YDSF bersama KUA Mayang akan terus mendampingi dan memonitor perkembangan usaha melalui keterlibatan penyuluh agama sebagai pendamping di lapangan. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keberhasilan program sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, selaras dengan semangat “Kemenag Berdampak” sebagai wujud kehadiran negara dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan umat.