Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember melalui Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar kegiatan Pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta Travel Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Selasa (17/12/2024).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nur Sholeh, perwakilan dari BSI KC Jember Sudirman, Hendra Irawan, perwakilan dari RS. Jember Klinik, dr. Hani. serta 12 pimpinan KBIHU dan 10 pimpinan PPIU di Kabupaten Jember.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Jember, Santoso, menyoroti sejumlah permasalahan terkait penyelenggaraan ibadah umrah. Salah satunya adalah masih adanya kasus jamaah umrah yang mengalami penundaan atau gagal berangkat. Untuk itu, Santoso menegaskan pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memilih travel umrah yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama.
“Kita harus terus menyadarkan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih travel umrah. Pastikan travel tersebut sudah memiliki izin resmi agar tidak terjadi lagi kasus jamaah yang gagal berangkat akibat penipuan atau kelalaian,” ujar Santoso dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nur Sholeh, turut membahas langkah-langkah mitigasi risiko serta permasalahan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus dan umrah. Ia menekankan bahwa kesiapan mitigasi risiko dan pemahaman terhadap aturan yang berlaku sangat penting untuk memastikan keberangkatan jamaah berjalan dengan aman dan lancar.
“Kita perlu memperkuat koordinasi dan komunikasi antara KBIHU dan PPIU, serta memastikan mitigasi risiko dilakukan secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menghindari berbagai permasalahan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan ibadah haji khusus maupun umrah,” jelas Nur Sholeh.
Perwakilan dari BSI KC Jember Sudirman, Hendra Irawan, menyampaikan komitmen Bank Syariah Indonesia dalam mendukung kelancaran ibadah haji dan umrah bagi masyarakat melalui produk-produk keuangan berbasis syariah yang terpercaya.
“Kami di Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi para calon jamaah haji dan umrah, khususnya melalui layanan tabungan haji yang sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama. Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas pembiayaan umrah yang fleksibel untuk membantu masyarakat mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa produk tabungan haji BSI menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari pembukaan rekening tanpa biaya administrasi, akumulasi dana sesuai prinsip syariah, hingga kemudahan pendaftaran haji reguler. Dalam hal pembiayaan umrah, BSI menghadirkan solusi pembiayaan dengan angsuran ringan, tenor fleksibel, serta proses yang transparan dan sesuai dengan prinsip syariah.
Selain itu, perwakilan BSI juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara KBIHU, PPIU, dan Kemenag Jember, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan dana haji dan umrah secara amanah dan profesional.
“Kami percaya, sinergi antara Kemenag, KBIHU, PPIU, dan Bank Syariah Indonesia akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Ke depannya, kami siap mendukung program-program yang bertujuan mempermudah dan meningkatkan pelayanan kepada jamaah,” tambahnya.
Sedangkan dr. Hani perwakilan dari RS. Jember Klinik menekankan bahwa kesehatan jamaah haji merupakan aspek yang sangat krusial untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan fisik prima. “Mitigasi kesehatan bukan hanya soal penanganan penyakit, tetapi juga upaya preventif untuk meminimalisir risiko kesehatan jamaah, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, saat berada di Tanah Suci, hingga pasca-kembali ke tanah air,” ujar dr. Hani.
Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini penyakit kronis dan edukasi kesehatan yang melibatkan seluruh pihak, termasuk KBIHU dan PPIU, agar jamaah lebih siap secara fisik dan mental. “Kami di RS. Jember Klinik siap berkolaborasi dengan Kemenag Jember, KBIHU, dan PPIU dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas, mulai dari pemeriksaan awal, pendampingan selama proses persiapan haji, hingga pembinaan kesehatan selama di Arab Saudi,” tambahnya.
dr. Hani mengapresiasi upaya Kantor Kemenag Jember dalam mengadakan pembinaan ini, karena kolaborasi antara lembaga kesehatan dan KBIHU serta PPIU menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan haji yang sehat dan aman.
“Kami berharap melalui acara ini, kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jamaah, mengurangi angka risiko kesehatan, dan memastikan jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan sempurna,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi dan koordinasi antara Kemenag Jember, KBIHU, dan PPIU dalam memberikan layanan bimbingan serta penyelenggaraan perjalanan ibadah haji dan umrah yang lebih profesional dan berkualitas. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan kasus gagal berangkat atau penundaan jamaah dapat diminimalisir, serta pelayanan terhadap calon jamaah semakin optimal.