
Jember (Humas) --- Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf turut berpartisipasi dalam kegiatan nasional bertajuk “Peaceful Muharram: Lebaran Yatim dan Difabel 2025” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.
Dengan mengusung tema “Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan”, kegiatan ini menjadi refleksi spiritual dan sosial atas makna mendalam dari 10 Muharram, hari yang dikenal sebagai lebarannya anak yatim. Acara dipusatkan di Aula H. M. Rasjidi Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, dan diikuti secara serentak oleh seluruh Kantor Kemenag se-Indonesia secara daring. Kantor Kemenag Jember melaksanakan kegiatan tersebut secara lokal di Aula Kantor Kemenag Jember, Jumat (4/7/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Jember, Santoso, Penyelenggara Zakat dan Wakaf sekaligus Ketua Panitia, Abdul Basid, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, perwakilan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ/LAZIS), serta Rumah Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Kabupaten Jember, serta 59 anak yatim dan 5 anak difabel dari wilayah Kabupaten Jember.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, sebanyak 64 paket santunan (dalam bentuk sembako, makanan ringan anak-anak, uang tunai Rp. 50.000,-) disalurkan secara langsung dalam kegiatan tersebut. Paket-paket ini berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Jember, Lembaga Amil Zakat (LAZ/LAZIS), serta Rumah Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Kabupaten Jember. Selain itu, sebanyak 200 paket tambahan juga akan didistribusikan kepada penerima manfaat lainnya yang tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Santoso menyampaikan bahwa momentum Muharram ini bukan sekadar seremoni berbagi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan nasional untuk menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial.

"Kita ingin memastikan bahwa anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, sebagai kelompok rentan, turut mendapat ruang dan perhatian dalam pembangunan keumatan dan kebangsaan," ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata peran aktif Kemenag Jember dalam membangun budaya kepedulian dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat dan wakaf yang berkeadilan, serta sejalan dengan semangat penguatan Zona Integritas di lingkungan Kemenag.