
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember yang berlokasi di Kelurahan Kreongan, Kecamatan Patrang, pada Senin (29/9/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi lintas sektoral pada 9 September 2025 yang membahas rencana kolaborasi pengajaran agama dan kegiatan mengaji di sekolah rakyat.
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Faisol Abrari, M.Pd.I., serta Analis Aparatur SDM, Rudi Winarto, S.E., M.M.. Rombongan diterima hangat oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Kartika Sari Dewi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah kembali menyampaikan kebutuhan mendesak akan tenaga pengajar agama yang dapat hadir secara fleksibel dari segi waktu, menyesuaikan kebutuhan siswa. Hal ini juga menjadi perhatian utama para wali murid yang menginginkan anak-anak mereka mendapatkan pembelajaran agama Islam tidak hanya di dalam jam pelajaran formal.

Menanggapi hal itu, Kemenag Jember menegaskan komitmennya untuk mengirimkan Penyuluh Agama Islam yang akan bertugas memberikan pengajaran agama sekaligus bimbingan mengaji. Skema ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan siswa dan menjembatani harapan orang tua dengan sistem pendidikan yang lebih inklusif.
Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai elemen pendidikan non-formal maupun alternatif seperti sekolah rakyat.
“Kemenag Jember hadir untuk memastikan pendidikan agama Islam dapat diakses oleh semua kalangan. Kehadiran penyuluh agama nantinya bukan hanya untuk mengajar, tapi juga menjadi mitra dalam membentuk karakter religius siswa di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan menjadi model sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan alternatif, sehingga mampu memperluas akses pendidikan agama Islam yang berkualitas bagi masyarakat di Jember.