Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., memimpin langsung Dialog Kinerja dalam rangka perumusan Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2029, Rabu (26/11/2025) di Aula PLHUT Kankemenag Jember. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang ini menjadi forum strategis bagi seluruh jajaran Kemenag Jember untuk memetakan arah kebijakan dan target kinerja lima tahun ke depan. Santoso secara langsung memfasilitasi dialog lintas bidang yang diikuti oleh seluruh kepala seksi, penyelenggara, serta pejabat fungsional tertentu (JFT) dari berbagai unit kerja.
Dalam arahannya, Santoso menegaskan bahwa penyusunan Renstra bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab kelembagaan untuk memastikan setiap program memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran seluruh kepala seksi dan pelaksana teknis dalam forum ini memastikan Renstra 2025-2029 yang dirumuskan benar-benar berbasis pada realitas lapangan dan dapat diimplementasikan secara efektif. Dialog dirancang sebagai forum intensif yang memberikan ruang diskusi mendalam bagi setiap bidang untuk menyampaikan evaluasi, tantangan, dan proyeksi ke depan.
Renstra ini sendiri mencakup berbagai aspek kinerja Kankemenag Jember, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga program-program strategis di bidang yang menjadi tanggung jawab Kemenag Jember sebagai instansi pemerintah. Dialog berkelanjutan ini juga menjadi ajang evaluasi capaian periode sebelumnya sekaligus menetapkan indikator kinerja yang akan menjadi acuan pengukuran kesuksesan lima tahun mendatang.
Melalui dialog kinerja ini, Kankemenag Jember menunjukkan komitmen seriusnya dalam meningkatkan kualitas kinerja organisasi secara terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan amanah Kementerian Agama RI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Format dialog yang intensif dan berkelanjutan memastikan setiap suara terdengar dan setiap masukan terakomodasi dalam dokumen Renstra yang akan menjadi panduan kerja lima tahun ke depan.