
Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan madrasah serta memastikan keselarasan kebijakan kurikulum dengan regulasi terbaru, KKMA 01 Jember menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penyusunan Dokumen I Perubahan Kurikulum Madrasah Berbasis KMA 1503 Tahun 2025 dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/1/2026) di Ruang Multimedia MAN 1 Jember, dan diikuti oleh anggota KKMA 01 Jember yang mayoritas adalah madrasah swasta.
BIMTEK ini menjadi ruang penguatan bersama bagi para kepala madrasah untuk tidak hanya memahami perubahan kebijakan kurikulum, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah implementatif di satuan pendidikan masing-masing. Fokus kegiatan diarahkan pada penyusunan Dokumen I Kurikulum yang adaptif terhadap KMA 1503 Tahun 2025, sekaligus meneguhkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta sebagai landasan pembentukan karakter peserta didik.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa diskursus tentang kurikulum dan regulasi pendidikan sejatinya bukan hal baru. Namun demikian, tantangan yang sesungguhnya terletak pada aspek penerapan di lapangan. Kurikulum, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus benar-benar hidup dan tercermin dalam praktik pembelajaran sehari-hari di madrasah.
Santoso juga menyampaikan bahwa perkembangan madrasah dari waktu ke waktu menunjukkan tren yang semakin positif. Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya ketimpangan mutu antar madrasah, khususnya antara madrasah negeri dan swasta. Oleh karena itu, ia mendorong agar madrasah swasta di Kabupaten Jember terus meningkatkan kualitasnya dengan belajar dari praktik-praktik baik madrasah swasta unggulan di berbagai daerah, serta berani melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag Jember menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi kepala madrasah dan guru terhadap dinamika perubahan, termasuk perkembangan teknologi dan kehadiran kecerdasan buatan (AI). Ia mengingatkan agar para pendidik tidak tertinggal dari peserta didik dalam hal literasi dan pemanfaatan teknologi di era VUCA. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam membentuk karakter, nilai moral, dan kepribadian peserta didik merupakan sebuah peran yang tidak dapat diambil alih oleh teknologi apa pun.
Melalui pelaksanaan BIMTEK ini, Kemenag Jember berharap para peserta mampu menyusun Dokumen I Kurikulum Madrasah secara lebih komprehensif dan aplikatif, serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten. Dengan demikian, madrasah di Kabupaten Jember, khususnya madrasah swasta, diharapkan mampu tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul secara akademik, adaptif terhadap perubahan, dan kokoh dalam pembentukan karakter serta nilai-nilai kemanusiaan.