Kepala Kemenag Jember Tekankan Moderasi Beragama sebagai Pilar Ketahanan Bangsa dalam Sosialisasi Bela Negara — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 20 Agustus 2025

Kepala Kemenag Jember Tekankan Moderasi Beragama sebagai Pilar Ketahanan Bangsa dalam Sosialisasi Bela Negara

Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menjadi narasumber dalam Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) pada Lingkup Pekerja di Kabupaten Jember yang digelar oleh Kementerian Pertahanan RI di Aston Hotel Jember, Rabu (20/8/2025).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si., dengan mengusung tema:

“Dengan Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur Kita Wujudkan Pekerja yang Mengerti, Memahami, dan Mengaktualisasikan Nilai Dasar Bela Negara.”

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Jember, H. Ahmad Halim, S.Sos, unsur Forkopimda Jember, serta 210 peserta yang berasal dari unsur ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, dan swasta di wilayah Kabupaten Jember. Dari Kemenag Jember, turut hadir Kasubag TU, Faisol Abrari, M.Pd.I., serta Pengembang Teknologi Pembelajaran, Muhammad Nur Halim, S.Pd.

Dalam paparannya bertajuk “Moderasi Beragama: Pilar Ketahanan Bangsa dalam Semangat Bela Negara”, Dr. Santoso menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan kunci menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.

Ia mengingatkan kembali sejumlah tragedi konflik horizontal seperti Sampit, Poso, dan Ambon, yang dipicu oleh fanatisme sempit serta kurangnya komunikasi antar-kelompok, dan semakin diperparah oleh penyebaran informasi hoaks oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Konflik-konflik itu menunjukkan betapa rapuhnya persatuan bila tidak dirawat. Karena itu, kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus terlibat aktif sebagai agen persatuan di masyarakat. Moderasi adalah lawan dari fanatisme, dan harus kita sebarkan agar persatuan tetap terjaga,” tegas Santoso.

Dalam kesempatan tersebut, Santoso juga memaparkan enam langkah praktis yang dapat dilakukan oleh setiap warga untuk menjadi agen persatuan dan perekat bangsa, yaitu:

  1. Menghindari kekerasan dalam menyelesaikan konflik.
  2. Menjadi filter terhadap informasi dan berita yang beredar di masyarakat.
  3. Melihat keragaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memecah.
  4. Menghargai perbedaan keyakinan, budaya, dan pandangan.
  5. Memperkuat komitmen kebangsaan dan semangat persatuan.
  6. Membangun komunikasi lintas masyarakat yang sehat dan harmonis.

Menurut Santoso, nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari pilar moderasi beragama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita semua berkomitmen menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan memupuk rasa persaudaraan, maka ketahanan bangsa akan semakin kokoh,” pungkasnya.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pekerja, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran bela negara, sekaligus meneguhkan peran moderasi beragama sebagai fondasi utama persatuan Indonesia.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)