Kolaborasi Tanpa Batas: Kemenag Surabaya Studi Tiru ke Kantor Kemenag Jember dan Kampung Tilawah — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 19 Oktober 2025

Kolaborasi Tanpa Batas: Kemenag Surabaya Studi Tiru ke Kantor Kemenag Jember dan Kampung Tilawah

Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya melaksanakan kegiatan studi tiru ke Kantor Kemenag Jember dan Kampung Tilawah pada Sabtu (18/10/2025). Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., didampingi para kepala seksi, tim GARAZI (Garda Zona Integritas), pengurus Kota Tilawah, penyuluh agama, serta sejumlah guru TPQ.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., bersama jajaran dan tim Zona Integritas. Agenda diawali dengan office tour ke berbagai fasilitas Kantor Kemenag Jember, termasuk Ruang PTSP, Ruang VIP, Ruang Meeting, Ruang Bersinar, Kantin Kejujuran, Ruang Tenang, Ruang Layanan Kesehatan, dan Ruang Kerja Pegawai. Semua fasilitas tersebut mencerminkan semangat transformasi dan budaya kerja BERSINAR — Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah.

 

Setelah berkeliling, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kampung Tilawah Jember, yang tengah mempersiapkan peringatan hari lahir ke-5. Dalam sambutannya, Santoso menceritakan perjalanan panjang Kemenag Jember dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

 

“Salah satu tantangan utama dalam membangun Zona Integritas adalah menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Alhamdulillah, Kampung Tilawah menjadi salah satu jawaban dari evaluasi itu. Inovasi ini tumbuh dari masyarakat dan kini menjadi kebanggaan Jember,” ujar Santoso.

 

Santoso juga menuturkan bahwa Kampung Tilawah memiliki kisah menarik, karena pembinaannya dulu digagas oleh Muhammad Muslim saat masih bertugas di Kemenag Jember.

 

“Hari ini beliau kembali, bukan hanya sebagai tamu, tapi sebagai sahabat yang datang untuk belajar bersama. Ini contoh kolaborasi dan kesinambungan antar satuan kerja yang harus terus dijaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Santoso menjelaskan bahwa transformasi di Kemenag Jember berawal dari pembenahan internal, baik fasilitas, SDM, maupun budaya kerja. Kini, fokus pengembangan diarahkan pada pelayanan bagi kelompok rentan dan penguatan inovasi layanan publik. Ia juga memberikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Silo atas berbagai prestasi dan kreativitasnya dalam pelayanan di tingkat lapangan.

“Untuk sukses hari ini, kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi, saling belajar, dan saling meniru dalam kebaikan,” tutupnya.

 

Sementara itu, Muhammad Muslim menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap perubahan besar yang dilakukan oleh Kemenag Jember. Ia menilai bahwa transformasi yang terjadi berhasil mengubah wajah kantor menjadi lebih modern, tertata, dan berorientasi pada pelayanan prima.

“Dulu saya mengenal Kemenag Jember dengan kesan yang berbeda. Kini, ruang-ruangnya hidup, nyaman, dan fungsional. Banyak ruang kosong di kantor kami yang sebenarnya bisa dimanfaatkan seperti di sini,” ujarnya.

 

Muslim menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk belajar dan meniru praktik baik dari satuan kerja lain.

“Status Surabaya sebagai Kota Wakaf yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam juga lahir dari semangat belajar. Awalnya kami terinspirasi dari Lumajang, kini giliran kami belajar dari Kemenag Jember dan Kampung Tilawah,” tutur Muslim.

Pada kesempatan itu, Nur Kholifah, S.Pd.I., M.M., pengasuh Kampung Tilawah, memaparkan perjalanan lima tahun Kampung Tilawah. Bermula dari 25 santri Rumah Tilawah, kini berkembang menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an dengan enam cabang aktif. Inovasi digital e-Tilawah yang lahir saat pandemi menjadi bukti ketangguhan dan kreativitas Kampung Tilawah dalam menghadirkan pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi.

 

Diskusi antar dua Kankemenag berlangsung hangat dan inspiratif. Ketua Kota Tilawah Surabaya menyampaikan bahwa nilai paling berharga dari kunjungan ini adalah semangat keikhlasan dan pengabdian yang mengakar kuat di Kampung Tilawah.

 

“Dengan sumber daya yang terbatas, Kampung Tilawah mampu memberi dampak besar bagi masyarakat. Nilai keikhlasan ini yang ingin kami tiru,” ungkapnya.

 

Kegiatan studi tiru ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar satuan kerja Kementerian Agama mampu memperkuat budaya inovasi dan pelayanan publik. Melalui semangat saling belajar dan berbagi praktik baik, Kemenag Jember dan Kemenag Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang bersih, humanis, dan berorientasi pada masyarakat.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)