KUA Makin Profesional! Pelatihan Kalibrasi Kiblat Dorong Layanan Lebih Presisi

Jember (Humas) --- Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Jember menyelenggarakan Pelatihan Kalibrasi Arah Kiblat pada Kamis (26/2/2026) di Sekretariat PC APRI Jember, Jl. Bengawan Solo No. 1, Jember. Kegiatan ini diikuti oleh 33 penghulu dan penyuluh agama Islam yang merupakan perwakilan dari 31 KUA Kecamatan se-Kabupaten Jember, sebagai upaya meningkatkan kapasitas teknis dalam penentuan arah kiblat bagi masjid dan mushala.

 

Untuk memastikan kualitas materi, panitia menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang ilmu falak, yakni H. Isnan HM, MEI dan H. Ahmad Sya’roni, S.Ag. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., serta Kepala Seksi Bimas Islam, Dr. Ahmad Tholabi, M.HI.

 

Materi pelatihan disusun secara komprehensif melalui dua pendekatan utama. Pada sesi teori, peserta dibekali pemahaman tentang landasan hukum penentuan arah kiblat, konsep trigonometri bola, serta pengenalan instrumen pengukuran modern. Sementara pada sesi praktik, peserta melakukan simulasi langsung di lapangan untuk menentukan titik koordinat dan arah kiblat secara presisi menggunakan alat kalibrasi.

 

Ketua PC APRI Jember, Kusno, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab KUA dalam memberikan layanan pengukuran arah kiblat kepada masyarakat. “Setiap KUA harus mampu melakukan pengukuran arah kiblat secara mandiri dan profesional. Ini bagian dari tugas dan amanah pelayanan kita kepada umat,” ujarnya.

Ia juga mendorong para staf KUA, khususnya generasi muda, untuk memperkuat syiar dan eksistensi layanan KUA di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan dan layanan KUA perlu terus dipublikasikan agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam, Ahmad Tholabi, menekankan bahwa kalibrasi arah kiblat merupakan bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama yang tertuang dalam Rencana Hasil Kerja (RHK) Kepala Kemenag dan Kasi Bimas Islam, yang kemudian diturunkan kepada penghulu dan penyuluh agama. Karena itu, penguasaan ilmu dan keterampilan teknis menjadi sebuah keniscayaan.

 

Ia juga mengisahkan perkembangan teknologi pengukuran arah kiblat dari masa ke masa. Jika dahulu dilakukan dengan alat sederhana dan perhitungan manual, kini telah didukung teknologi digital yang lebih presisi. “Staf KUA harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan perangkat mutakhir untuk meningkatkan kualitas layanan,” tegasnya. Selain itu, ia mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dari KUA karena mereka bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Jember, Santoso, menyampaikan kabar gembira bahwa Kabupaten Jember tahun ini langsung masuk tahap Penilaian Tim Penilai Internal (TPI) dalam Pembangunan Zona Integritas (ZI). Ia mengajak seluruh jajaran, termasuk KUA, untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan ZI dengan menjaga kedisiplinan administrasi dan integritas kerja.

“Tugas-tugas di KUA sejatinya merupakan turunan dari tugas besar Presiden dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Maka laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” pesannya.

 

Santoso secara resmi membuka kegiatan pelatihan dan berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi dengan sungguh-sungguh sehingga mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di wilayah kerja masing-masing.

 

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh KUA di Kabupaten Jember semakin profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memberikan layanan penentuan arah kiblat yang akurat, cepat, dan akuntabel sebagai wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Accessibility