
Jember (Humas) --- Dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember melalui Panitia Lomba Cerdas Cermat (LCC) HAB Kemenag Jember 2025 secara resmi membuka kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini digelar di Aula MTsN 1 Jember.
Pembukaan LCC dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dan diikuti oleh para siswa serta guru pendamping yang merupakan finalis LCC dari berbagai Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se-Kabupaten Jember.
Ketua Panitia LCC HAB Kemenag Jember 2025, Imam Syahroni, dalam laporannya menyampaikan bahwa Lomba Cerdas Cermat tahun ini merupakan pelaksanaan perdana yang diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan lomba-lomba akademik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember.
“Peserta yang hadir hari ini merupakan finalis dari masing-masing KKM. Dari babak penyisihan, terpilih 10 finalis yang akan bertanding di babak final. Menariknya, dari sepuluh finalis tersebut, hanya satu KKM yang berasal dari wilayah kota, sementara lainnya berasal dari daerah,” jelasnya.
Menurut Imam Syahroni, kondisi tersebut menunjukkan bahwa madrasah di daerah memiliki potensi yang sama untuk berprestasi. Ia pun memotivasi seluruh peserta agar tidak ragu dan takut berkompetisi, karena kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi semua. Pada pelaksanaan LCC ini juga disiapkan trofi bergilir sebagai bentuk penghargaan sekaligus pemacu semangat kompetisi akademik yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Lomba Cerdas Cermat bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap mutu pembelajaran di madrasah.
“Lomba cerdas cermat ini bukan lomba biasa. Ini menjadi refleksi sejauh mana madrasah mampu memberikan ilmu dan membentuk kecerdasan peserta didiknya,” tegas Santoso.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa peserta lomba terkait kesempatan yang sama untuk menjadi pintar dan berprestasi. Menurutnya, statistik keterwakilan kecamatan yang lolos ke babak final membuktikan bahwa potensi tidak dibatasi oleh wilayah.

Kepada para peserta, Santoso berpesan agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi. Sementara kepada para guru pendamping, ia menyampaikan apresiasi serta dorongan agar terus menjaga, membina, dan mengembangkan potensi murid-murid yang telah menunjukkan kecerdasan dan prestasi.
Melalui pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat ini, Kementerian Agama Kabupaten Jember berharap dapat menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong madrasah untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.