Jember (Humas) --- Dalam upaya memperkuat kemampuan komunikasi dan profesionalisme aparatur pelayanan publik, Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertema “Speak with Heart: The Art of Emphatic Communication in Public Services” pada Kamis, (13/11/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dari seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur beserta satuan kerjanya, baik secara luring maupun daring melalui Zoom. Petugas PTSP pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember turut berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan ini bersama jajaran PTSP KUA dan madrasah, terpusat di Aula Kemenag Jember.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Syaikhul Hadi, S.Ag, M.Fil. I. menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil evaluasi internal terhadap pola komunikasi pelayanan publik yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Kita ingin agar setiap petugas PTSP mampu berkomunikasi dengan lembut, tulus, dan penuh empati, sebagaimana teladan komunikasi baginda Rasulullah SAW,” ujarnya.
Beliau menambahkan, tuntutan pelayanan publik dewasa ini tidak hanya soal kecepatan atau ketepatan prosedur, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan sentuhan kemanusiaan dalam setiap interaksi. “Pelayanan terbaik bukan hanya yang paling cepat, tetapi yang paling berkesan di hati masyarakat,” tegasnya.
Kabag TU Kanwil Kemenag Jatim juga mengingatkan bahwa petugas PTSP adalah wajah dari institusi pemerintah, sekaligus cerminan nilai-nilai luhur Kementerian Agama. Karena itu, setiap interaksi dengan masyarakat harus menjadi kesempatan untuk menebar kebaikan, memperkuat marwah lembaga, dan menumbuhkan kepercayaan publik.
“Melayani bukan sekadar memenuhi urusan administratif, tetapi juga menghadirkan ketulusan hati. Masyarakat datang dengan berbagai latar belakang dan harapan; tugas kita memahami, melayani, dan memastikan mereka pulang dengan senyum,” pesannya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Melalui pelatihan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa komunikasi empatik merupakan kunci membangun pelayanan publik yang manusiawi, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber, Tino Salim, Direktur Salim Excellence Center, menyampaikan materi inspiratif tentang pentingnya mindset empatik dalam pelayanan publik. Ia mengajak peserta untuk:
Menurutnya, pelayanan publik sejati tidak hanya diukur dari “apa yang dilakukan”, tetapi juga “bagaimana dilakukan dengan hati.”
Dengan pelatihan ini, diharapkan para petugas PTSP se-Jawa Timur, termasuk Kemenag Jember, semakin mampu mewujudkan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan semangat BerAKHLAK dan tagline Kemenag Jember, “BERSINAR: Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah.”