
Jember (Humas) --- Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Biro Sumber Daya Manusia menggelar Pelantikan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring, Kamis (21/5/2026).
Pelaksanaan secara luring diikuti oleh CPNS unit eselon I Kementerian Agama RI yang bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6, Jakarta. Sementara itu, CPNS dari seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia mengikuti prosesi pelantikan secara daring melalui virtual Zoom.
Di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, sebanyak 106 Calon Pegawai Negeri Sipil formasi tahun 2024 mengikuti pelantikan secara daring dari Aula Kantor Kemenag Kabupaten Jember.
Sebanyak 106 CPNS tersebut terdiri atas 47 Penghulu Ahli Pertama, 1 Penyuluh Ahli Pertama, 1 Pranata Komputer Terampil, 1 Pranata Humas Ahli Pertama, 1 Analis Kebijakan Ahli Pertama, 1 Analis Hukum Ahli Pertama, 1 Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama, 3 Penata Laboratorium Ahli Pertama, dan 50 Guru Ahli Pertama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., bersama seluruh pejabat pengawas eselon IV di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Jember.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan serta arahan dari para pimpinan Kementerian Agama dan Badan Kepegawaian Negara.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa pelantikan PNS ini merupakan bagian penting dari proses rekrutmen besar Kementerian Agama RI terhadap 16.237 CPNS. Menurutnya, kehadiran para PNS baru tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., M.H memberikan sejumlah pesan penting kepada para PNS yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus mampu menjadi birokrat yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, figur ideal birokrat di lingkungan Kementerian Agama dapat dilihat dari sosok Menteri Agama RI yang memiliki pengalaman lengkap, baik pada jabatan fungsional maupun struktural, serta memiliki latar belakang pendidikan pada jenjang tertinggi.
“Zaman semakin maju. Sebagai anak-anak muda, PNS yang dilantik hari ini harus adaptif,” pesannya.
Kepala BKN juga menekankan pentingnya prinsip 4K dalam pelayanan, yaitu Kecepatan, Kemudahan Pelayanan, Kebermanfaatan, dan Kebahagiaan. Empat hal tersebut dinilai menjadi kunci penting dalam membangun pelayanan birokrasi yang semakin responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga berpesan agar para PNS tidak hanya berpikir pada hasil jangka pendek, tetapi mampu menata langkah dan pengabdian untuk masa depan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya manajemen waktu bagi seorang ASN.
“Tepat waktu itu standar. Datanglah sebelum waktu,” tegasnya.
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dalam arahannya menyampaikan bahwa sebelum resmi menjadi PNS, para CPNS telah melalui proses panjang. Berbagai tahapan, pembelajaran, serta pemahaman terhadap peraturan-peraturan kepegawaian harus menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Pastikan semua proses itu terekam dalam jejak kerja Saudara. Jadikan pengalaman selama CPNS sebagai fondasi untuk mengabdi lebih baik,” pesannya.
Menag juga mengingatkan agar para PNS yang baru dilantik tidak melupakan jasa orang tua. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam mencapai titik pengabdian sebagai PNS tidak lepas dari doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyampaikan pesan khusus bagi ASN Kementerian Agama. Menurutnya, apabila ingin berhasil dalam karier dan pengabdian, ASN Kemenag harus memegang teguh prinsip ISTIQAMAH.

Prinsip tersebut dijabarkan sebagai Ikhlas, Sabar, Tawadu’, Ikhsan, Qana’ah, Amanah, Mutawasith, Akhlak, dan Hilmun. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter utama ASN Kementerian Agama dalam melayani umat dan menjaga nama baik institusi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Santoso, menyampaikan selamat dan sukses kepada 106 PNS baru di lingkungan Kemenag Jember. Ia berharap pelantikan tersebut menjadi awal pengabdian yang lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab.
Menurut Santoso, status sebagai PNS bukan hanya perubahan administrasi kepegawaian, tetapi juga amanah besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Menjadi PNS berarti siap mengabdi dengan sepenuh hati. Jadilah ASN yang berintegritas, adaptif, disiplin, dan memiliki komitmen kuat untuk melayani masyarakat,” ujar Santoso.
Ia juga menegaskan bahwa Kemenag Jember membutuhkan ASN muda yang mampu membawa energi baru, memperkuat transformasi layanan, serta mendukung pembangunan Zona Integritas menuju pelayanan yang bersih, akuntabel, dan berkualitas.
Santoso berharap para PNS baru dapat segera menyesuaikan diri dengan budaya kerja Kementerian Agama, khususnya nilai-nilai layanan Kemenag Jember yang BERSINAR, yaitu Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah.
“Jaga nama baik Kementerian Agama. Bekerjalah dengan ikhlas, layani masyarakat dengan ramah, dan jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya 106 CPNS formasi 2024 menjadi PNS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember diharapkan semakin kuat dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan keagamaan, pendidikan keagamaan, serta penguatan kehidupan umat beragama di Kabupaten Jember.