Jember (Humas) – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar Launching Senam Haji dan Peragaan Batik Haji Indonesia Tahun 1445 H/2024 M. Kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta ini diikuti lebih dari 28 ribu jemaah haji Indonesia secara luring dan daring. Termasuk diantaranya 2.688 jemaah haji reguler Kabupaten Jember dengan antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan tersebut melalui platform virtual Zoom.
Dalam konteks Kabupaten Jember, kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Sekolah Calon Bintara (SECABA) Rindam V/Brawijaya, Sukorejo Jember, pada hari Minggu, (28/04/2024). Kehadiran ribuan jamaah haji reguler dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember menandai komitmen mereka untuk mendukung upaya promosi dan penyelenggaraan ibadah haji yang berkualitas serta budaya Indonesia yang khas.
Dalam kegiatan Launching Senam Haji dan Peragaan Batik Haji Indonesia 1445 H/2024 M di Jember ini, selain di hadiri dan di ikuti 2.688 jamaah haji reguler Kabupaten Jember, juga dihadiri oleh Kabag Kesra Pemkab Jember, Kepala Kantor Kemenag Kab. Jember, Kepala Subbag TU, Kepala Seksi PHU serta jajaran pejabat di lingkungan Kantor Kemenag Kab. Jember, Pembimbing KBIHU, serta Petugas Haji Indonesia Kabupaten Jember Tahun 1445 H/2024 M.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta Launching Senam Haji dan Peragaan Batik Haji Indonesia 1445 H/2024 M dari seluruh penjuru Indonesia yang juga mengikuti secara daring, dan luring untuk jamaah yang ada di Kota Jakarta. Kemudian hadirin mendengarkan sambutan dari perwakilan Bank BSI Pusat, Dirjen PHU Kemenag RI, serta sambutan dari Sekjen Kemenag RI mewakili Menteri Agama RI.
“Launching senam haji bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran jemaah haji agar jemaah bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan lancar, sehat dan bugar hingga sehat pula saat pulang,” tutur Sekretaris Jenderal Kemenag M. Ali Ramdhani.
Menurut Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap faktor kesehatan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Setidaknya, ada dua hal yang menjadi alasan mengapa faktor kesehatan menjadi perhatian. Pertama, kuota haji tahun ini mencapai 241.000 jemaah, terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
“Dari jumlah itu, ada lebih dari 45.000 jemaah yang masuk kategori lanjut usia (lansia). Seperti 2023, tahun ini kita mengusung tagline “Haji Ramah Lansia”,” kata Sekjen yang hadir mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Kedua, ada lebih 770 jemaah haji yang wafat tahun lalu. Ini juga jumlah terbanyak dalam 10 tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji.
“Kesehatan jemaah haji menjadi concern. Kita ingin jemaah haji berangkat dalam keadaan sehat, bisa menunaikan ibadah haji dengan baik, dan pulang ke tanah air juga dalam keadaan sehat,” tutur pria yang akrab disapa Kang Dhani ini.
Kang Dhani menyampaikan gerakan Senam Haji dikemas untuk menjaga kebugaran dan ketahanan fisik jemaah. “Gerakan senam ini disusun berdasarkan kajian dan penelitian para pakar kesehatan agar bisa diterapkan untuk semua jemaah haji Indonesia,” imbuh pria yang akrab disapa Kang Dhani.
Senada dengan Sekjen Kemenag, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menyampaikan senam haji ini dirumuskan tim Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) dan Perhimpunan Dokter Spesialias Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) dengan gerakan low impact.
“Perdokhi sudah mengatur sedemikian rupa, bisa diterapkan di rumah hingga saat perjalanan di pesawat ke tanah suci. Jenis senamnya low impact, bukan aerobik, yang menguras tenaga,” ungkap Hilman.
Meski low impact, gerakan senam haji diharapkan mampu menjadi bekal jemaah sebelum berangkat agar kondisi saat melaksanakan haji secara sempurna. “Senam ini juga dapat dilakukan jemaah selama berada di tanah suci,” tutur Hilman.
Selepas mendengarkan sambutan-sambutan, para jemaah diajak untuk mempersiapkan diri melakukan Senam Haji. Namun sebelum senam dilaksanakan, perwakilan dari tim kesehatan menjelaskan sedikit tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah melaksanakan Senam Haji, salah satunya adalah dengan memeriksa denyut nadi sebelum dan setelah senam. Setelah itu seluruh jemaah, baik yang mengikuti secara luring di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, maupun jamaah haji yang mengikuti secara daring, bersama-sama mengikuti instruksi dalam Senam Haji.
Jemaah Haji Kabupaten Jember sendiri mengikuti Senam Haji ini dengan antusias dan penuh semangat. Selain dipandu oleh instruktur dan tampilan gerakan dari layar zoom pusat, para Petugas Haji Indonesia Kabupaten Jember juga turut berdiri di depan dan di antara jamaah untuk turut memberikan contoh gerakan-gerakan dalam Senam Haji. Semoga dengan adanya Senam Haji di penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M ini dapat semakin meningkatkan kesehatan dan tubuh yang prima bagi seluruh jemaah haji Kabupaten Jember khususnya, dan jemaah haji Indonesia pada umumnya.
Selain Senam Haji Indonesia, dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan batik haji Indonesia. “Ini juga terobosan baru setelah 12 tahun batik jemaah haji tidak pernah berganti. Seragam batik ini diperoleh melalui Sayembara Desain Batik Haji pada 2023,” ujar Sekjen Kemenag Ali Ramdhani.
“Kami harap seragam batik ini lebih mencerminkan identitas Indonesia dan mudah dikenali oleh jemaah dari berbagai negara di dunia,” imbuhnya.
Sementara Dirjen PHU Hilman Latief mengungkapkan dalam rangka pengadaan batik haji ini, Kemenag melibatkan UMKM yang berada di berbagai daerah di Indonesia. “Diperkirakan per jemaah membutuhkan 3 meter kain untuk satu batik, jadi sekitar 700 KM banyaknya jika dibentangkan. Dan kita melibatkan banyak UMKM untuk membuatnya,” kata Hilman Latief.
Batik baru jemaah haji Indonesia berwarna ungu bermotif Sekar Arum Sari, yang terinspirasi dari melati putih, motif kawung, motif truntum, motif songket dan tenun, serta burung garuda. Motif ini mengambil filososfi puspa nasional Indonesia yang digambarkan dengan bunga melati putih yang melambangkan simbol kesucian, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati.
Kegiatan Senam Haji dan Peragaan Batik Indonesia ini juga didukung oleh Bank Syariah Indonesia. “Kami mengapresiasi BSI yang sudah bersedia bersama-sama memfasilitasi jemaah haji Indonesia. Kita berharap kolaborasi yang kita lakukan dengan para mitra dapat mengoptimalkan layanan bagi para jemaah,” kata Dirjen PHU Hilman Latief.