
Jember (Humas) --- Sebanyak 44 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengikuti Pembukaan Orientasi PPPK Tahap II Tahun 2026 secara virtual dari Aula Utama Kantor Kemenag Jember, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan Orientasi PPPK Tahap II Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama. Berdasarkan undangan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Surabaya, pembukaan dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026 mulai pukul 09.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember menjadi salah satu satuan kerja yang ditunjuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sebelum rangkaian pembukaan dimulai, kegiatan didahului dengan penyerahan buku tabungan dan kartu ATM Bank BRI kepada seluruh peserta. Penyerahan dilakukan oleh bagian keuangan Kantor Kemenag Jember sebagai bagian dari kelengkapan administrasi bagi para PPPK.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Santoso, yang turut mendampingi peserta, mengajak seluruh PPPK menjadikan orientasi sebagai momentum awal untuk memahami tanggung jawab sebagai aparatur negara sekaligus pelayan masyarakat.
“Menjadi PPPK bukan hanya tentang memperoleh status sebagai ASN, tetapi tentang kesiapan kita memikul amanah pelayanan. Saya berharap seluruh PPPK Kemenag Jember mampu bekerja dengan integritas, disiplin, profesional, dan terus meningkatkan kompetensi. Hadirkan pelayanan yang ramah, cepat, dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Santoso.
Menurutnya, bergabung dalam keluarga besar Kementerian Agama membawa tanggung jawab yang lebih luas. Selain menjalankan tugas sesuai jabatan masing-masing, ASN Kementerian Agama dituntut menjadi teladan dalam menjaga integritas, moderasi beragama, serta membangun suasana kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pembukaan Orientasi PPPK Tahap II secara resmi dilakukan oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani.
Dalam sambutannya, Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa status PPPK bukan merupakan titik akhir perjuangan, melainkan titik awal pengabdian. ASN Kementerian Agama harus mampu membuktikan keterpilihannya melalui kinerja nyata serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya menghidupkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas. ASN juga dituntut berorientasi pada pelayanan publik, adaptif dan inovatif dalam menghadapi perubahan, serta tetap menjaga moralitas dan kerukunan sebagai karakter khas Kementerian Agama.
“BerAKHLAK bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku kerja agar lahir ASN Kementerian Agama yang berintegritas. Saya harap teman-teman di sini bisa benar-benar menerapkan nilai-nilai dasar ASN, yakni BerAKHLAK,” pesannya.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa status sebagai ASN bukan sekadar sebuah pencapaian, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui totalitas dan dedikasi dalam pengabdian.
Menag juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh PPPK yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama.
“Semoga status baru ini bisa menjadi amanah baru yang diemban dengan penuh totalitas dan dedikasi,” pesan Nasaruddin Umar.
Melalui orientasi tersebut, para PPPK diharapkan semakin memahami kedudukan, tugas, fungsi, serta nilai-nilai dasar yang harus melekat pada seorang ASN. Orientasi juga menjadi langkah awal membangun aparatur Kementerian Agama yang profesional, berintegritas, adaptif, serta memiliki orientasi kuat terhadap pelayanan publik.
Keikutsertaan 44 PPPK Kemenag Jember dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia agar mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas Kementerian Agama di Kabupaten Jember.