Alumni Pascasarjana UIN KHAS Jember Gelar Forum Nasional Bahas Krisis Lingkungan dari Perspektif Keagamaan — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 11 Februari 2026

Alumni Pascasarjana UIN KHAS Jember Gelar Rembuk Nasional Bahas Krisis Lingkungan dari Perspektif Keagamaan

 

Jember (Humas) --- Forum diskusi tingkat nasional dengan fokus pada ekoteologi diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Program Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Rabu (11/02/2026). Pertemuan yang berlangsung di kampus pascasarjana universitas tersebut mengangkat topik penting mengenai hubungan manusia dengan lingkungan dalam konteks pembangunan nasional. Acara yang mengambil tema mengenai keberlanjutan ekologi dan peran agama ini mengundang berbagai kalangan, mulai dari dunia akademis, tokoh agama, hingga pembuat kebijakan. Hadir dalam forum tersebut beberapa pejabat Kementerian Agama Kabupaten Jember, beserta sejumlah pimpinan UIN KHAS Jember dan pejabat daerah lainnya.

 

 

Sebagai pembuka, kegiatan diawali dengan aksi penanaman ribuan bibit pohon hasil kerja sama dengan instansi kehutanan setempat. Penampilan kelompok musik dari MAN 3 Jembrana Bali turut mewarnai suasana sebelum agenda utama dimulai. Menurut Ketua Ikatan Keluarga Alumni, Dr. Agus Subagja, M.Pd., persoalan lingkungan hidup memerlukan peran aktif dari kalangan terdidik. "Sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki akses pada pendidikan tinggi, kami memiliki kewajiban untuk berkontribusi nyata. Forum ini bukan sekadar ajang berdiskusi, namun menjadi wadah untuk menyatukan gerakan," jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan program bantuan pendidikan yang digagas dan dibiayai langsung oleh para lulusan pascasarjana. Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa pascasarjana di masa mendatang.

 

Pimpinan Pascasarjana UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Mashudi, M.Pd., mengingatkan bahwa para lulusan memiliki peran sebagai penjaga nilai-nilai keilmuan. Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh harus dimaknai sebagai amanah, bukan sekadar pencapaian formal. "Proses menuntut ilmu adalah bentuk ibadah. Gelar yang diraih seharusnya mendorong pengamalannya, bukan hanya menjadi pelengkap identitas. Ketika ilmu diamalkan dengan penuh tanggung jawab, maka kehidupan alumni akan memberikan manfaat dan keberkahan," ujarnya. Prof. Mashudi menekankan bahwa keberhasilan alumni mencerminkan kualitas institusi pendidikan. Pascasarjana diharapkan mampu menjadi tempat yang menghasilkan pengetahuan, bukan hanya mengonsumsi teori-teori yang ada. Lulusan yang ideal adalah mereka yang memiliki kemampuan akademik mumpuni, kedewasaan moral, dan kejernihan spiritual. Ia juga mengingatkan agar para alumni memastikan ilmu yang dimiliki digunakan untuk kebaikan, menjaga sikap karena membawa nama institusi, serta aktif menggerakkan perubahan di masyarakat. Selain itu, meski telah lulus, semangat belajar dan menjaga hubungan baik sesama alumni perlu terus dipelihara karena kesuksesan sejati jarang tercapai tanpa dukungan orang lain.

 

 

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, M.M., CPEM., menambahkan bahwa kemajuan tidak dapat dicapai secara individual. "Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama. Ada banyak orang yang bersinar, namun terkadang cahayanya justru menyilaukan. Para alumni pascasarjana seharusnya menjadi cahaya yang memberi penerangan, bukan yang membutakan," katanya. Dalam sambutannya, Rektor secara resmi membuka forum nasional tersebut sekaligus meresmikan program beasiswa yang telah digagas organisasi alumni. Forum menghadirkan empat pembicara utama: Dr. KH. Amin Said Husni, M.A. dari PBNU, Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., serta dua anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Hadinuddin, M.Pd. dan Dr. Hj. Zeiniye, M.E. Para pembicara membahas pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai ekoteologi dan perlunya mengintegrasikan perspektif ini dalam pembuatan kebijakan publik. Pendekatan yang menggabungkan dimensi etika dan spiritualitas dalam pengelolaan lingkungan dianggap krusial untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan kelestarian alam guna mendukung cita-cita Indonesia di masa depan.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)