
Jember (Humas) --- Suasana Jember Sport Garden (JSG) pada Senin, 8 Juni 2026, tampak semarak oleh kehadiran anak-anak Raudlatul Athfal (RA) se-Kabupaten Jember yang mengikuti kegiatan Manasik Haji Cilik dan Gema Sholawat Nabi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Jember sebagai bagian dari puncak tema agama pada pendidikan RA.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd.; Ketua TP-PKK Kabupaten Jember sekaligus Bunda PAUD Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc. atau yang akrab disapa Ning Ghyta; serta Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si.
Kehadiran ribuan anak RA dengan pakaian ihram menjadi pemandangan yang menggambarkan semangat pendidikan agama sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal rukun dan tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga dilatih untuk memahami nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kesabaran, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Jember, Dr. Santoso, menyampaikan apresiasi kepada PD IGRA Kabupaten Jember, para kepala RA, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, manasik haji cilik bukan sekadar kegiatan berkumpul atau bertemu, melainkan bagian dari proses pendidikan keagamaan yang sangat penting bagi anak-anak.
“Manasik haji ini bukan hanya acara seremonial. Anak-anak kita sedang belajar mengenal tata cara ibadah haji dan umrah. Mungkin ada yang bertanya, masih anak kecil kok sudah dikenalkan manasik haji? Justru sejak dini nilai-nilai keislaman harus mulai ditanamkan,” ujar Santoso.
Ia menegaskan, usia dini merupakan masa penting dalam membentuk karakter anak. Melalui kegiatan manasik haji cilik, anak-anak dikenalkan pada praktik ibadah secara menyenangkan, sehingga nilai agama tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dirasakan sebagai pengalaman yang membekas.

“Di sini anak-anak belajar disiplin, belajar mandiri, belajar tertib, belajar bersama teman-temannya, dan belajar bahwa ibadah membutuhkan kesabaran serta kesungguhan. Inilah pendidikan karakter yang sangat berharga,” tambahnya.
Santoso juga berpesan kepada para orang tua agar pendidikan agama tidak berhenti pada kegiatan di lembaga pendidikan. Ia menekankan bahwa rumah merupakan madrasah pertama bagi anak. Karena itu, nilai-nilai yang telah dikenalkan di RA perlu terus dilanjutkan dan dibiasakan dalam kehidupan keluarga.
“Kepada para orang tua, jangan berhenti di sini. Apa yang diajarkan guru di RA harus dilanjutkan di rumah. Anak-anak perlu teladan, bimbingan, dan pembiasaan dari orang tua. Pendidikan agama akan semakin kuat jika madrasah dan keluarga berjalan bersama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Jember sekaligus Bunda PAUD Jember, Ghyta Eka Puspita, menyapa anak-anak dengan penuh kehangatan. Kehadiran Ning Ghyta menambah semangat para peserta, guru, dan orang tua yang hadir. Sebagai Bunda PAUD, ia memberikan perhatian besar terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam membangun karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Jember berharap pendidikan RA terus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan bagi anak-anak. Tidak hanya menyiapkan kemampuan dasar anak, tetapi juga menanamkan keimanan, akhlak mulia, kemandirian, kepedulian, serta kecintaan terhadap ajaran Islam.
Kegiatan Manasik Haji Cilik dan Gema Sholawat Nabi ini menjadi bukti sinergi antara Kemenag Jember, IGRA, Pemerintah Kabupaten Jember, guru, dan orang tua dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini yang religius, berkarakter, dan penuh kasih sayang.
Dengan semangat tersebut, anak-anak RA diharapkan tumbuh menjadi generasi yang saleh-salihah, berakhlak mulia, cinta ibadah, hormat kepada orang tua dan guru, serta kelak menjadi generasi penerus bangsa yang membawa keberkahan bagi agama, keluarga, dan masyarakat.