
Jember (Humas) --- Pelaksanaan kegiatan rutin Apel BERSINAR di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Senin (6/7/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda. Apel yang biasanya menjadi ruang penguatan disiplin, komitmen pelayanan, dan budaya kerja ASN, kali ini diwarnai momen spesial berupa penandatanganan tiga kerja sama strategis antara Kemenag Jember dengan Universitas Muhammadiyah Jember, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember, serta Rumah Sakit Bina Sehat Jember.
Penandatanganan pertama dilakukan antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dengan Universitas Muhammadiyah Jember. Kerja sama ini menjadi payung kolaborasi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati para pihak. Dalam dokumen kesepakatan bersama, kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 6 Juli 2026 hingga 6 Juli 2031.
Penandatanganan kedua dilakukan antara Kemenag Jember dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Pesantren dan Madrasah Digital. Kerja sama ini membuka ruang lebih luas bagi santri dan siswa madrasah untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi, termasuk melalui sosialisasi PMB, jalur rekrutmen khusus santri dan madrasah, program beasiswa, talent scouting digitalpreneur, campus visit, edufair, pelatihan literasi digital dan artificial intelligence, hingga penguatan kewirausahaan digital.
Sementara itu, kerja sama ketiga dilakukan bersama Rumah Sakit Bina Sehat Jember tentang pelayanan kerohanian bagi pasien. Kolaborasi ini menegaskan peran Kemenag Jember dalam menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya menyentuh ruang pendidikan dan sosial, tetapi juga hadir di ruang kemanusiaan, khususnya pendampingan rohani bagi pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan. Dalam dokumen perjanjian, pelayanan rohani mencakup motivasi, konsultasi, ceramah agama, doa, dan bimbingan rohani dengan tetap menghormati keyakinan, budaya, privasi pasien, serta aturan pelayanan rumah sakit.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama tersebut merupakan bagian dari langkah nyata Kemenag Jember dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Ia menegaskan, hingga pertengahan tahun 2026, Kemenag Jember telah mencatat 24 kerja sama sejak tahun 2025.
“Alhamdulillah, penandatanganan kerja sama hari ini menjadi MoU ke-24 sejak tahun 2025 sampai pertengahan tahun 2026. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa Kemenag Jember terus bergerak, membuka ruang kolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Santoso.
Menurut Santoso, kerja sama yang dibangun Kemenag Jember harus berdampak nyata. Ia berharap setiap MoU tidak berhenti pada seremoni, tetapi ditindaklanjuti dengan program konkret, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, madrasah, pesantren, lembaga pendidikan, dunia kesehatan, serta seluruh mitra strategis.

“Semangat BERSINAR harus kita wujudkan dalam kerja nyata. Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi energi dalam membangun pelayanan publik yang semakin baik,” tambahnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember, Maheni Ika Sari, S.E., M.M., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai, kolaborasi dengan Kemenag Jember menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi santri dan siswa madrasah.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan madrasah dan pesantren. Melalui kerja sama ini, kami berharap santri dan siswa madrasah memiliki kesempatan yang semakin luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi, mengembangkan potensi akademik, literasi digital, kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja masa depan,” ungkap Maheni.
Ia juga menyampaikan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember siap bersinergi melalui berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari edukasi kampus, pendampingan karier, pengembangan digitalpreneur, hingga program santripreneur yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember, drg. Yunita Puspita Sari P., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kemenag Jember menjadi bagian dari penguatan layanan yang lebih humanis bagi pasien. Menurutnya, proses penyembuhan tidak hanya membutuhkan pendekatan medis, tetapi juga dukungan psikologis dan spiritual.
“Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya berbicara tentang tindakan medis, tetapi juga tentang ketenangan batin, dukungan moral, dan pendampingan rohani. Melalui kerja sama ini, kami berharap pasien dan keluarga mendapatkan penguatan spiritual yang menenangkan, sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing,” tutur Yunita.
Apel BERSINAR kali ini menjadi momentum penting bagi Kemenag Jember untuk menegaskan peran sebagai institusi yang terus membangun jejaring kemitraan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan rumah sakit, Kemenag Jember berkomitmen memperluas manfaat layanan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan secara lebih nyata.
Kegiatan ditutup dengan semangat bersama untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui langkah-langkah konkret. Kemenag Jember berharap, sinergi dengan Universitas Muhammadiyah Jember, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember, serta Rumah Sakit Bina Sehat Jember dapat menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, berdampak, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Jember.