
Jember (Humas) --- Apel Bersinar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Senin (31/8/2026), berlangsung istimewa. Selain menjadi ruang penguatan disiplin dan integritas ASN, apel yang digelar di halaman Kantor Kemenag Jember tersebut juga diwarnai penyerahan piagam penghargaan kepada peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., kepada para peserta Jamnas XII yang telah mengikuti kegiatan pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.
Sebanyak 10 peserta menerima penghargaan, yakni Maudy Ayunda Purwati dan Muhammad Tsani Ainan Salsabyl dari MTs Zainul Hasan Balung; Elysia Ishanadewi Alfarizqi dan Dafa Muhammad Maulana dari MTsN 6 Jember; Nur Amelia Izzati dari MTs Baitul Hikmah Tempurejo; Ryo Pratama Ramadhan dari MTs Al Qodiri IV; Uly Himamulya dari MTsN 4 Jember; Talita Hasna Rasiya dari MTs Al Misri; Mirza Alvaro Raissa Azriil Wafa dari MTsN 7 Jember; serta Kania Maulida Afkarina dari MTs Mabdaul Ma’arif.
Bertindak sebagai pembina apel, Penyelenggara Katolik Kemenag Jember, Petrus Amat Sutadi, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada para peserta Jamnas XII. Menurutnya, kesempatan mengikuti kegiatan berskala nasional merupakan pengalaman berharga yang patut disyukuri dan menjadi bekal untuk terus mengembangkan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta semangat kebersamaan.
Dalam arahannya, Petrus juga menekankan pentingnya menjaga semangat pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Jember. Ia mengingatkan bahwa predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari proses panjang membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan.
“Predikat WBK bukan tujuan, tetapi buah dari integritas dan pelayanan yang kita lakukan,” tegas Petrus.

Ia mengajak seluruh ASN untuk memandang setiap persoalan sebagai kesempatan melakukan evaluasi dan perbaikan diri. Dengan refleksi bahwa kehidupan merupakan kesempatan yang masih dimiliki manusia untuk berbuat lebih baik, Petrus mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dan tanggung jawab yang ada untuk menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat yang sama harus hidup dalam pembangunan ZI. Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen atau pencapaian predikat, tetapi kesempatan bagi setiap ASN untuk terus memperbaiki diri, memperkuat profesionalisme, serta melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Petrus juga menegaskan bahwa dalam pembangunan ZI tidak dikenal istilah tempat kerja yang “basah” maupun “kering”. Setiap tugas dan jabatan memiliki tanggung jawab integritas yang sama.
“Dalam ZI tidak ada istilah basah atau kering. Justru di tempat basah, banyak orang yang bisa tenggelam,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa semakin besar peluang dan kewenangan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya agar tetap berada dalam koridor aturan, etika, dan kepentingan pelayanan publik.
Melalui Apel Bersinar, Kemenag Jember terus mendorong tumbuhnya budaya kerja yang tidak hanya disiplin secara administratif, tetapi juga kuat dalam integritas. Apresiasi kepada para peserta Jamnas XII sekaligus menjadi pesan bahwa prestasi, karakter, dan integritas merupakan nilai yang harus terus ditumbuhkan dalam setiap lini pengabdian.