
Jember (Humas) --- Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Jember menggelar workshop pendidikan bertajuk “Teknik Menulis Tegak Bersambung untuk Guru Kelas Bawah Madrasah Ibtidaiyah” pada Selasa (12/5/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Kegiatan ini diikuti sebanyak 64 guru perwakilan KKGMI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Jember sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dasar di madrasah ibtidaiyah.
Workshop tersebut diselenggarakan sebagai respons atas kondisi rendahnya keterbacaan tulisan siswa kelas awal madrasah. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, hanya sekitar 5 persen tulisan siswa kelas I MI yang dinilai dapat terbaca dengan baik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kemampuan menulis merupakan fondasi utama dalam proses belajar peserta didik.
Tidak sekadar melatih kemampuan menulis, pelatihan ini juga diarahkan untuk membangun karakter siswa sejak dini melalui pembiasaan menulis yang baik dan benar. Teknik menulis tegak bersambung dinilai mampu melatih motorik halus, kedisiplinan, ketekunan, kesabaran, serta konsentrasi anak. Karena itu, penguatan kompetensi guru kelas bawah menjadi langkah penting agar pembiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di ruang kelas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Keplaa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Moh. Nur Huda, S.Ag., M.Pd.I, dan guru MTsN 1 Jember, Mulik Siswandani, S.Pd. sebagai narasumber.
Bertindak sebagai narasumber tunggal, Mulik Siswandani, S.Pd., memberikan pemaparan sekaligus praktik langsung teknik menulis tegak bersambung kepada seluruh peserta. Para guru tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari teknik dasar penulisan huruf, pola penghubung antarhuruf, hingga metode pembelajaran yang efektif diterapkan kepada siswa kelas awal madrasah ibtidaiyah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan forum yang menarik sekaligus bernilai strategis bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah.
“Ini pertemuan menarik dan langka. Membangun karakter anak dimulai dari hal kecil seperti tulisan,” ujar Santoso di Aula Kankemenag Jember.
Menurutnya, kualitas tulisan siswa bukan hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas dan citra positif madrasah di tengah masyarakat.
“Hal ini bisa membuat branding madrasah lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Santoso menegaskan komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan. Ia mengungkapkan bahwa Kemenag Jember telah menjalin kerja sama dengan Balai Layanan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital Surabaya untuk mendukung berbagai program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
Melalui kerja sama tersebut, KKGMI diharapkan dapat memanfaatkan akses pelatihan yang tersedia untuk memperkuat kompetensi guru, baik dalam bidang pedagogik, literasi, maupun transformasi digital pembelajaran.

Dalam kesempatan itu, Santoso juga mengingatkan pentingnya dukungan seluruh guru terhadap pembangunan Zona Integritas yang sedang dijalankan Kemenag Jember. Ia meminta seluruh tenaga pendidik untuk terus menjaga profesionalitas, integritas, dan budaya kerja yang bersih serta melayani.
“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan integritas bagi peserta didik. Profesionalisme dan budaya kerja yang baik harus dimulai dari lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Peningkatan kompetensi guru kelas bawah sendiri menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan mutu pendidikan madrasah sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Agama. Karena itu, Kemenag Jember mendorong agar hasil workshop ini tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan ditindaklanjuti melalui penerapan teknik menulis tegak bersambung secara konsisten di masing-masing madrasah.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan kemampuan dasar literasi siswa madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Jember semakin meningkat, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang disiplin, teliti, dan berdaya saing sejak usia dini.