Bukan Sekadar Ujian, Kemenag Jember Dorong TKA Jadi Cermin Mutu Pembelajaran — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 21 September 2026

Bukan Sekadar Ujian, Kemenag Jember Dorong TKA Jadi Cermin Mutu Pembelajaran

 

Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., secara resmi membuka Pelatihan Penyusunan Instrumen Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Madrasah Ibtidaiyah di Aula MIN 2 Jember, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas asesmen sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.

Dalam arahan dan pembinaannya, Santoso menegaskan bahwa TKA tidak boleh dipahami sekadar sebagai ujian atau upaya mengejar nilai, melainkan sebagai instrumen untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran berhasil dan menjadi dasar melakukan perbaikan.

“Soal yang sulit belum tentu soal yang baik. Soal yang baik adalah soal yang mampu mengukur kompetensi yang memang ingin kita ukur,” tegasnya.

Menurut Santoso, penyusunan soal harus memperhatikan prinsip valid, objektif, dan bermutu. Soal juga perlu mendorong peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu memahami informasi, menganalisis, menghubungkan konsep, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Ia juga mengingatkan agar hasil asesmen tidak berhenti pada angka atau peringkat. Data hasil TKA harus digunakan untuk mengetahui kompetensi yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu diperbaiki, sekaligus menjadi dasar menentukan metode pembelajaran dan pendampingan kepada peserta didik.

“Jangan hanya persiapkan anak menghadapi TKA. Persiapkan mereka menghadapi kehidupan,” pesannya. Santoso juga menekankan pentingnya integritas dalam asesmen serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan bank soal digital, secara bijak dengan tetap menempatkan guru sebagai penanggung jawab akademik.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kabupaten Jember, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., mendorong agar proses pembelajaran semakin diarahkan pada contextual learning yang menghasilkan karya atau produk nyata. Menurutnya, kegiatan yang bersifat administratif jangan sampai justru lebih dominan dibanding upaya peningkatan kualitas pembelajaran.

“Semua yang kita lakukan tujuan akhirnya adalah anak didik. Jika program yang dilaksanakan tidak memberikan dampak kepada peserta didik, maka substansi tujuan pendidikan belum tercapai,” ujarnya.

Nurhuda juga melihat adanya keterkaitan antara TKA dan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) karena keduanya sama-sama berkaitan dengan penguatan kemampuan akademik. Oleh karena itu, pembiasaan bernalar dan penguatan kemampuan akademik perlu dibangun sejak dini melalui proses pembelajaran yang berkualitas.

Kepala MIN 2 Jember sekaligus Ketua Penyelenggara, Siti Fathunnur Rohmiyati, S.Ag., menyampaikan bahwa TKA merupakan instrumen penting untuk memetakan kemampuan peserta didik secara objektif dan terarah. Melalui pelatihan tersebut, guru diharapkan mampu memahami karakteristik dan menyusun instrumen soal yang sesuai standar sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari penguatan proses pembelajaran.

Kegiatan diikuti 41 guru MIN 2 Jember, delapan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, serta enam mahasiswa Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MIN 2 Jember.

Pelatihan menghadirkan Dr. Moh. Miftah Sirojudin, S.Ag., M.M., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya, sebagai narasumber utama pada sesi teknis. Materi yang diberikan meliputi bedah kisi-kisi TKA, kaidah penyusunan soal, penyusunan kisi-kisi, presentasi hasil penyusunan, hingga rencana tindak lanjut berupa penyusunan soal TKA secara mandiri. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 21–23 September 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Kankemenag Kabupaten Jember berharap TKA tidak hanya menjadi agenda evaluasi, tetapi menjadi cermin kualitas pembelajaran sekaligus sarana bagi madrasah untuk terus memperbaiki proses pendidikan yang berorientasi pada kemampuan bernalar, karakter, integritas, dan kesiapan peserta didik menghadapi masa depan.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)