Dua Penyuluh Agama Islam Kemenag Jember Ikuti Retreat Lintas Agama Tingkat Nasional 2024 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 04 Desember 2024

Dua Penyuluh Agama Islam Kemenag Jember Ikuti Retreat Lintas Agama Tingkat Nasional 2024

Bogor (Humas) --- Dua Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Cecep Hendrik Adiatna, S.Ag., dan Lilik Umu Hanik, S.Ag., turut berpartisipasi dalam kegiatan Retreat Penyuluh Lintas Agama “Pejuang Moderasi Beragama” Tingkat Nasional Tahun 2024. Acara tersebut berlangsung di Camp Hulu Cai, Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Senin hingga Rabu, 2-4 Desember 2024.

Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin. Acara ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari penyuluh agama Islam dan non-Muslim dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin menegaskan peran sentral para penyuluh agama sebagai agen fundamental, agen sentral, dan agen strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui moderasi beragama.

“Penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar sebagai ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang damai, toleran, dan inklusif. Anda semua adalah Pejuang Moderasi Beragama yang diandalkan untuk memelihara harmoni di tengah keberagaman Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin.

Ia menambahkan bahwa moderasi beragama adalah salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Dengan keberagaman budaya, agama, dan etnis yang dimiliki Indonesia, peran penyuluh agama sangat diperlukan untuk menyebarkan pemahaman agama yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kedamaian.

“Kehadiran para penyuluh lintas agama menjadi harapan bagi bangsa. Anda bukan sekadar menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membangun solidaritas dan mempererat persatuan di antara umat beragama,” tegasnya.

Acara Retreat Penyuluh Lintas Agama ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk memperkuat kapasitas para penyuluh dalam menjalankan tugasnya sebagai agen moderasi beragama. Mengusung tema “Kemah Nusantara: Upaya Kristalisasi, Inkubasi, dan Transmisi Nilai Moderasi Beragama Melalui Model Kampung Moderasi Beragama (KMB)”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat moderasi beragama di kalangan penyuluh lintas agama. Peserta diberikan pelatihan intensif untuk menjadi pelopor moderasi beragama, baik di komunitas masing-masing maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar saat menutup kegiatan mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam Retreat Penyuluh Lintas Agama ini.

“Saudara-saudara adalah garda terdepan dalam mengemban tugas mulia: menyemai nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk”.

Lebih lanjut Menag mengatakan Moderasi beragama bukan hanya slogan. Ini adalah panggilan hati untuk membangun kehidupan berbangsa yang penuh cinta kasih, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Seperti yang sering saya katakan: "Cinta lebih penting dari surga. Neraka pun akan terasa seperti surga kalau di dalamnya ada cinta."

Kita lahir di tanah air yang kaya dengan keragaman: suku, agama, bahasa, budaya, hingga tradisi. Kita mungkin berbeda wajah, pakaian, hingga selera makanan, tetapi ingatlah, kita satu bangsa, satu Indonesia. Keutuhan bangsa ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Maka, mari kita kedepankan saling menghormati antarumat beragama. Kementerian Agama tidak boleh membeda-bedakan agama yang satu dengan lainnya. Tugas kita adalah menciptakan kerukunan, bukan perselisihan. Mempererat persatuan, bukan memperlebar perpecahan, ujar Nasaruddin Umar.

Sebagai penyuluh lintas agama, saudara-saudara adalah pejuang cinta. Cinta yang melampaui batas-batas agama, cinta yang menguatkan ikatan bangsa, dan cinta yang menjadi energi positif untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Saya berharap ilmu dan pengalaman selama retreat ini menjadi bekal yang berharga untuk diterapkan di daerah masing-masing, tandas Menag.

Di akhir sambutannya Menag menyampaikan penghargaan khusus kepada Juara 1 lomba Cipta lagu MARS IPARI yaitu Wiwik JS dari Jawa Tengah, sehingga karya ciptaanya di jadikan MARS IPARI Nasional.

Dengan rasa syukur, saya memberikan hadiah istimewa kepada Ibu Wiwik JS, untuk menjadi petugas haji tahun 2025. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya demi kebaikan bangsa, pungkas Nasaruddin Umar.

Cecep Hendrik Adiatna, S.Ag., menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memperdalam wawasan kami tentang moderasi beragama dan berbagi pengalaman dengan penyuluh lain dari seluruh Indonesia. Kami berharap dapat mengimplementasikan hasil dari kegiatan ini di Jember,” ujarnya.

Senada dengan Cecep, Lilik Umu Hanik, S.Ag., juga mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarpenyuluh lintas agama, tetapi juga memberikan panduan konkret untuk menciptakan harmoni di tengah keberagaman masyarakat,” katanya.

Dengan berakhirnya Retreat Penyuluh Lintas Agama ini, diharapkan para peserta mampu menjadi teladan dalam mengembangkan model Kampung Moderasi Beragama serta menguatkan toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)