Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menghadiri kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Siswa-Siswi MIN 5 Jember Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di MIN 5 Jember, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh keluarga besar madrasah, guru, wali murid, serta siswa-siswi MIN 5 Jember.
Kehadiran Kepala Kemenag Jember menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap penyelenggaraan pendidikan madrasah, khususnya dalam mendampingi peserta didik yang telah menyelesaikan proses belajar di MIN 5 Jember. Momen pelepasan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang syukur atas proses pendidikan, pembinaan karakter, dan kebersamaan yang telah terbangun antara madrasah, siswa, dan wali murid.
Dalam sambutannya, Santoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru MIN 5 Jember yang telah mendidik, membimbing, dan membersamai para siswa dengan penuh kesabaran, keteladanan, dan tanggung jawab. Menurutnya, guru madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan ilmu, akhlak, karakter, serta nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para wali murid yang selama ini turut mendukung proses pendidikan anak-anak. Santoso menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya dilakukan oleh guru di madrasah, tetapi harus dilanjutkan dan diperkuat oleh orang tua di rumah melalui perhatian, pendampingan, doa, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan pendidikan anak-anak kita tidak hanya bergantung kepada guru. Peran orang tua sangat penting. Madrasah mendidik di lingkungan sekolah, sementara keluarga melanjutkan pendidikan itu di rumah,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Santoso menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MIN 5 Jember. Kepercayaan tersebut, kata dia, merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui peningkatan mutu pembelajaran, pelayanan pendidikan, dan tata kelola madrasah yang semakin baik.
Lebih lanjut, Santoso mengaitkan hal tersebut dengan komitmen Kemenag Jember dalam pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, madrasah sebagai bagian dari Kementerian Agama harus terus menghadirkan layanan pendidikan yang bersih, transparan, ramah, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. “Zona Integritas bukan hanya di kantor, tetapi harus tercermin dalam seluruh layanan kita, termasuk di madrasah. Melayani dengan jujur, mendidik dengan ikhlas, dan menjaga kepercayaan masyarakat adalah bagian dari ikhtiar kita membangun Kemenag yang semakin dipercaya,” tegasnya.
Santoso juga mengingatkan bahwa madrasah pada umumnya lahir, tumbuh, dan berkembang dari masyarakat, termasuk MIN 5 Jember. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga madrasah secara bersama-sama. “Madrasah ini adalah milik kita bersama. Mari kita rawat, kita dukung, dan kita majukan agar MIN 5 Jember terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.