Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemenag Jember, Jalan KH. Wahid Hasyim Nomor 1 Jember.
Peringatan Harkitnas tahun 2026 ini dilaksanakan berdasarkan surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 4150/SJ/B.VI/HM.00/5/2026 tanggal 18 Mei 2026 tentang pemberitahuan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026. Dalam surat tersebut, seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama diminta melaksanakan upacara dengan berpedoman pada ketentuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh seluruh pejabat pengawas eselon IV, para Kepala KUA, Kepala MIN, Pengawas Madrasah, Pengawas PAIS, Pengawas Katolik, Pengawas Hindu, Penyuluh Agama, serta ASN yang berkantor di lingkungan Kantor Kemenag Jember.
Dalam amanatnya, Santoso membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia pada peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026. Tahun ini, Harkitnas mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, sebuah pesan moral kebangsaan untuk menjaga generasi muda sebagai kekuatan utama masa depan bangsa.
Melalui sambutan tersebut, ditegaskan bahwa Harkitnas bukan hanya seremoni mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali semangat kebangkitan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman. Jika dahulu kebangkitan dimaknai sebagai perjuangan melawan penjajahan, maka hari ini kebangkitan harus diwujudkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, kemandirian bangsa, literasi digital, serta kemampuan menjaga ruang digital yang sehat bagi generasi muda.
Santoso menyampaikan bahwa pesan Harkitnas sangat relevan dengan tugas Kementerian Agama, khususnya dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, berintegritas, dan berdaya saing. Menurutnya, ASN Kemenag memiliki peran strategis dalam menjaga “tunas bangsa” melalui pelayanan pendidikan keagamaan, bimbingan masyarakat, pembinaan keluarga, penguatan moderasi beragama, serta pelayanan publik yang bersih dan humanis.
“Semangat Kebangkitan Nasional harus kita hadirkan dalam kerja nyata. Bagi ASN Kementerian Agama, kebangkitan itu berarti bangkit dalam disiplin, bangkit dalam pelayanan, bangkit dalam integritas, dan bangkit dalam komitmen membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Santoso.
Selain membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital RI, Santoso juga menyampaikan progres pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Ia menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya untuk memenuhi dokumen penilaian, tetapi merupakan gerakan perubahan budaya kerja yang harus hidup di seluruh lini layanan.
Santoso mengajak seluruh ASN Kemenag Jember untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, bebas pungli, dan bebas gratifikasi. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat ditentukan oleh konsistensi seluruh pegawai dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan setiap inovasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Zona Integritas harus menjadi budaya kerja kita. Masyarakat harus merasakan bahwa layanan Kemenag Jember semakin mudah diakses, semakin transparan, semakin ramah, dan semakin bebas dari praktik yang tidak sesuai dengan nilai integritas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa momentum Harkitnas menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk tidak berhenti berbenah. Semangat kebangkitan harus diterjemahkan ke dalam perubahan nyata, mulai dari kedisiplinan aparatur, penguatan layanan digital, peningkatan respons terhadap kebutuhan masyarakat, hingga keberanian melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Menurut Santoso, pembangunan Zona Integritas di Kemenag Jember merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan layanan publik yang sejalan dengan nilai BERSINAR, yakni Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, dan Ramah. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi perilaku nyata dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
Upacara peringatan Harkitnas ke-118 di Kantor Kemenag Jember berlangsung tertib dan penuh khidmat. Melalui momentum ini, Kemenag Jember meneguhkan komitmen untuk terus menjaga semangat kebangkitan, memperkuat integritas aparatur, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Jember.