
Jember (Humas) --- Apel BERSINAR di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Senin (2/2/2026), berlangsung khidmat dengan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengambil hikmah dari momentum 14 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan datangnya malam Nisfu Sya’ban—malam mulia yang sarat dengan pelajaran keimanan dan ketaatan.
Nurhuda menyampaikan bahwa dalam sejumlah keterangan sejarah Islam, terdapat beberapa peristiwa besar yang dikaitkan dengan bulan Sya’ban, di antaranya perpindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, peristiwa pernikahan Rasulullah SAW, serta turunnya ayat yang memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Namun demikian, ia menyoroti satu peristiwa agung yang menjadi bukti nyata kekuasaan Allah SWT, yakni mukjizat terbelahnya bulan. Peristiwa tersebut terjadi ketika kaum kafir Quraisy menantang Nabi Muhammad SAW untuk menunjukkan mukjizat. Atas izin Allah, rembulan pun terbelah, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qamar ayat 1–2: “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun terbelah.” Meski mukjizat telah ditunjukkan secara nyata, kaum Quraisy tetap mengingkari dan menyebutnya sebagai sihir.
“Dari peristiwa itu kita belajar bahwa sekalipun telah ditunjukkan mukjizat yang agung, tetap saja ada pihak yang membangkang dan tidak patuh. Hal serupa juga dialami para nabi terdahulu, seperti Nabi Isa AS yang diminta menurunkan hidangan dari langit, serta Nabi Nuh AS dan nabi-nabi lainnya. Artinya, pembangkangan selalu ada,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa di masa kini—ketika mukjizat tidak lagi tampak secara kasat mata—tantangan untuk tetap taat justru semakin besar. Karena itu, ia berharap seluruh ASN Kemenag Jember senantiasa berada di jalan yang lurus dan diridai Allah SWT, yakni jalan orang-orang yang tidak membangkang.
Nurhuda juga mengaitkan pesan spiritual tersebut dengan penguatan budaya kerja melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Ia menilai, semangat ZI yang dipelopori oleh Kepala Kantor merupakan bagian dari ikhtiar dakwah institusi agar seluruh jajaran tetap berjalan di rel yang benar, menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Zona Integritas bukan sekadar program, tetapi komitmen moral agar kita tetap berada di jalan yang benar, baik secara pribadi maupun kelembagaan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menyerahkan piagam penghargaan kepada Rusmini, Pengadministrasi Umum pada Seksi Pendidikan Madrasah, yang telah memasuki masa purna tugas. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara hingga menuntaskan masa baktinya dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Momentum apel BERSINAR ini tidak hanya menjadi sarana penguatan spiritual dan profesionalitas ASN, tetapi juga wujud penghormatan kepada sosok pegawai yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan Kementerian Agama. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan dan integritas yang diwariskan dapat terus dilanjutkan oleh seluruh keluarga besar Kemenag Jember dalam menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas dan terpercaya.