Hilal Tidak Terlihat di Puger, Awal Ramadan 1447 H Menunggu Penetapan Pemerintah

Jember (Humas) --- Kementerian Agama Kabupaten Jember melalui Tim Hisab Rukyat telah melaksanakan pengamatan hilal di Menara Mercusuar bukit watangan Pantai Puger pada Selasa, (17/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

 

Berdasarkan hasil perhitungan sistem ephemeris hisab rukyah, posisi hilal saat matahari terbenam berada pada ketinggian -1° 3’ 33”, sehingga masih berada di bawah ufuk. Kondisi ini menyebabkan hilal tidak dapat terlihat dari lokasi rukyat.

 

Data astronomi menunjukkan ijtimak terjadi pada pukul 19:02:57 WIB, sementara matahari terbenam pada 17:50:09 WIB dengan umur bulan sekitar 1 jam 12 menit. Selain itu, jarak sudut antara matahari dan bulan tercatat 1° 15’ 52”, masih berada di bawah kriteria imkan rukyat minimal 2 derajat.

 

Dengan hasil tersebut, secara hisab awal bulan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Ahmad Tholabi menegaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal merupakan wujud ikhtiar ilmiah sekaligus spiritual dalam menghadirkan keputusan keagamaan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui proses hisab dan rukyat yang dilakukan secara teliti, kami berharap umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan kepastian serta semangat kebersamaan,” ujarnya.

 

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Kemenag Jember dalam menjaga tradisi keilmuan falak sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dalam penentuan kalender hijriah.

 

Semoga datangnya Ramadan membawa keberkahan, kedamaian, dan memperkuat nilai-nilai keimanan bagi seluruh umat.

Accessibility