Jember (Humas) --- Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan bagi para penyuluh agama di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum penguatan kinerja, profesionalitas, serta peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat.
Ketua PD IPARI Jember, Cecep Hendrik Adiatna, S.Ag, menegaskan bahwa penyuluh agama harus terus meningkatkan kualitas kinerja dan menghadirkan manfaat nyata melalui pembinaan, pendampingan, serta edukasi keagamaan yang berdampak langsung. Di era digital, penyuluh juga diharapkan aktif berdakwah melalui media sosial dengan mempublikasikan kegiatan serta menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.
“Media sosial menjadi sarana strategis untuk menunjukkan bahwa penyuluh hadir di berbagai lini kehidupan, memperkuat moderasi beragama, serta menangkal informasi yang keliru,” ujarnya. Seluruh anggota IPARI pun diajak untuk bangga menjadi penyuluh, menjaga soliditas, dan konsisten menampilkan dakwah digital yang santun, informatif, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi kinerja agar masyarakat semakin memahami peran dan program Kementerian Agama. Setiap aktivitas pembinaan, pendampingan, keterlibatan di madrasah, hingga program sosial keagamaan diharapkan dapat dipublikasikan secara positif, akurat, dan berkelanjutan guna membangun citra baik lembaga sekaligus memperkuat moderasi beragama.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai ASN Kementerian Agama, para penyuluh agama harus mampu bersinergi dalam pemberitaan serta sigap melakukan klarifikasi yang santun dan berbasis data apabila muncul informasi yang kurang tepat. Dengan kinerja profesional dan semangat kebersamaan, kehadiran Kementerian Agama diharapkan semakin dirasakan dan dipercaya masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Jember, Dr. Ahmad Tholabi, M.HI., menyoroti pentingnya kebersamaan dan solidaritas kerja, baik di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) maupun kantor Kementerian Agama. Seluruh pegawai dan penyuluh diingatkan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri berdasarkan profesi atau tugas masing-masing, melainkan membangun sinergi dan saling mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ahmad Tholabi juga menyampaikan bahwa sesuai ketentuan terbaru, terdapat sejumlah tugas dan fungsi di KUA yang dapat dikerjakan oleh penyuluh, di antaranya layanan kemasjidan, pelayanan syariah dan penerangan agama Islam, layanan zakat dan wakaf, serta pengelolaan data dan informasi keagamaan.
Selain itu, kedisiplinan sebagai penyuluh ASN menjadi perhatian utama, meliputi disiplin waktu, disiplin kinerja, dan disiplin berpakaian. Penyuluh yang melaksanakan tugas di luar kantor sesuai tupoksi juga diharuskan mengantongi izin dari atasan, baik Kepala Kantor maupun Kepala KUA.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rakor dan pembinaan ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan moderat.