
Jember (Humas) --- Dalam rangka menciptakan suasana Ramadan dan Idul Fitri 1447 H yang aman, kondusif, dan bermartabat, Polres Jember menggelar pemusnahan barang bukti hasil operasi penertiban. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026 di halaman depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember. Ribuan botol minuman keras, berbagai jenis narkotika, serta knalpot tidak sesuai standar (brong) menjadi sasaran pemusnahan dalam kegiatan tersebut. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember turut hadir dalam kegiatan ini sebagai wujud dukungan terhadap upaya penegakan hukum sekaligus pembinaan moral masyarakat, terutama menjelang datangnya hari raya.
Kepala Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., hadir secara langsung mewakili institusi sekaligus memimpin doa dalam prosesi pemusnahan barang bukti tersebut. Kehadirannya menegaskan peran Kementerian Agama sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga ketentraman umat, khususnya selama bulan Ramadan. Santoso berharap masyarakat Kabupaten Jember senantiasa dijauhkan dari pengaruh negatif narkoba, minuman keras, dan perilaku yang meresahkan, serta agar pelaksanaan ibadah Ramadan dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan dalam kegiatan ini meliputi 5.330 botol minuman keras berbagai merek dan jenis, serta sejumlah barang bukti narkotika, di antaranya sabu seberat 978,6 gram, ganja seberat 1.008,8 gram, 901 butir pil dobel L (pil kodok), dan sejumlah ekstasi. Selain itu, turut dimusnahkan pula sejumlah knalpot brong yang selama ini mengganggu ketertiban dan ketenangan warga.
Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan dan operasi yang dilakukan jajaran Polres Jember dalam kurun waktu tertentu sebagai bagian dari upaya Operasi Cipta Kondisi menjelang Idul Fitri. Pemusnahan dilakukan secara resmi setelah seluruh proses hukum terhadap barang bukti dinyatakan selesai.

Kementerian Agama Kabupaten Jember berharap langkah nyata ini dapat menjadi pesan tegas kepada masyarakat bahwa peredaran narkoba dan minuman keras adalah ancaman serius bagi generasi bangsa dan bertentangan dengan nilai-nilai agama. Melalui momentum Ramadan ini, Kemenag Jember mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari pengaruh zat-zat berbahaya, demi terwujudnya Kabupaten Jember yang aman, sehat, dan berakhlak mulia.