Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menghadiri pembukaan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Salafiyah yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jl. Imam Sukarto No. 60, Desa Baletbaru, Jember, Sabtu (11/4/2026). Pada kesempatan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Imam Turmudzi, S.Ag., M.HI.
Silatnas FKPM Salafiyah tahun ini menjadi forum komunikasi dan konsolidasi nasional yang mempertemukan pesantren muadalah salafiyah dari seluruh Indonesia. Setiap pesantren mengutus dua perwakilan, yakni unsur Dewan Masyayikh atau pengasuh serta operator pesantren. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 11–12 April 2026, dengan mengusung tema “Teguh pada Manhaj, Adaptif terhadap Zaman: Tradisi, Mutu, dan Relevansi Pesantren Salafiyah.”
Dipilihnya Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi ekosistem pesantren di Kabupaten Jember. Hal ini menunjukkan kepercayaan sekaligus pengakuan atas peran aktif pesantren di Jember dalam pengembangan pendidikan keagamaan berbasis tradisi salafiyah yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Forum nasional ini membahas sejumlah agenda strategis yang menjadi tantangan nyata pesantren muadalah salafiyah. Pada hari pertama, rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Majelis Masyayikh, serta Sekretaris Jenderal FKPM. Tiga isu utama yang diangkat meliputi penguatan rekognisi dan fasilitasi negara terhadap pesantren, tantangan penjaminan mutu baik internal maupun eksternal, serta arah baru perjuangan pendidikan pesantren di masa depan.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Komisi yang membahas revitalisasi struktur kelembagaan FKPM Salafiyah serta persiapan pelaksanaan asesmen Standar Pendidikan Muadalah (SPM). Selain itu, turut dibahas optimalisasi pengelolaan data pesantren melalui sistem Education Management Information System (EMIS) sebagai bagian dari penguatan tata kelola berbasis data.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Sidang Pleno yang menghasilkan dokumen rekomendasi strategis bertajuk Risalah Jember. Dokumen ini menjadi rumusan konkret arah pengembangan pesantren muadalah salafiyah ke depan, sekaligus wujud komitmen bersama dalam menjaga tradisi, meningkatkan mutu, dan memperkuat relevansi pesantren di tengah dinamika zaman.
Kantor kemenag Kabupaten Jember menyambut baik terselenggaranya forum nasional ini. Melalui momentum Silatnas, Kemenag Jember menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan mutu dan kelembagaan pesantren muadalah salafiyah sebagai bagian dari tanggung jawab pembinaan pendidikan keagamaan di Kabupaten Jember.