
Jember (Humas) --- Gelaran penutupan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 resmi diselenggarakan di Gedung Kuliah Terpadu Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Rabu (9/7/2025). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momen puncak bagi para peserta dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk merayakan pencapaian luar biasa mereka dalam ajang bergengsi dua (2) tahunan tersebut.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Sugiyo, M.Pd., serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, yakni Kepala Kantor Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Moh. Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran panitia, para pendamping dan pelatih, serta seluruh kontingen MI dari 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Kegiatan penutupan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan khidmat oleh peraih medali emas cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) PORSENI MI 2025. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat pengumuman juara umum dibacakan.
Kabupaten Jember berhasil keluar sebagai juara umum, dengan raihan medali yang membanggakan: 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Di posisi kedua, Kabupaten Sidoarjo membukukan 5 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, disusul Kabupaten Tulungagung di posisi ketiga dengan torehan 5 medali emas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya PORSENI MI 2025 di Kabupaten Jember. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam membangun karakter generasi madrasah yang sehat, kreatif, dan berdaya saing.
“PORSENI bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, dan semangat persaudaraan antarsesama insan madrasah. Kami bangga bisa menjadi tuan rumah dan menyaksikan semangat luar biasa dari para peserta,” ujar Santoso.
Santoso juga menyampaikan selamat kepada para juara dan mengajak seluruh peserta, baik yang menang maupun yang belum meraih prestasi, untuk terus meningkatkan semangat belajar dan berlatih. Menurutnya, keberhasilan dalam ajang ini harus menjadi pemicu untuk meraih prestasi di masa depan.
“Yang terpenting bukan hanya soal medali, tetapi bagaimana anak-anak kita belajar menghargai proses, menghormati lawan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta integritas. Ini sejalan dengan semangat pembangunan Zona Integritas di Kementerian Agama,” tambahnya.
Kepala Kantor Kemenag Jember juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan PORSENI Madrasah Jenjang MI 2025, termasuk Pemerintah Kabupaten Jember, panitia, tenaga pendidik, dan relawan yang telah bekerja tanpa lelah demi kelancaran kegiatan.
Dalam sambutannya, Sugiyo, menegaskan bahwa PORSENI bukan sekadar ajang unjuk prestasi, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter siswa madrasah. “PORSENI adalah wahana pembinaan karakter, menumbuhkan disiplin, cinta tanah air, serta sportivitas. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk generasi madrasah yang unggul dan berdaya saing,” ujar Sugiyo.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi non-akademik dan pendidikan formal. “Madrasah harus terus mendorong siswa tidak hanya berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga dalam aspek akademik dan akhlak mulia. Inilah pendidikan karakter yang utuh,” tambahnya.
Ketua Panitia PORSENI MI 2025, Dr. Nasirudin F., S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara serta pencapaian kontingen Kabupaten Jember yang keluar sebagai juara umum. “Saya bersyukur bahwa kesiapan kami baik dari sisi penyelenggaraan maupun pembinaan atlet telah membuahkan hasil maksimal. Semua ini tidak lepas dari kerja keras panitia dan dukungan penuh dari berbagai pihak,” ungkap Nasirudin.
Ia juga menyoroti momen penting ketika Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM, memberikan izin penggunaan kampus sebagai lokasi utama penyelenggaraan PORSENI. “Biasanya fasilitas kampus digunakan untuk jenjang MA, namun Rektor menegaskan bahwa jenjang MI adalah fondasi awal dari pendidikan madrasah. Tanpa MI, tak akan ada MA,” tutur Nasirudin penuh hormat atas keputusan yang dinilai sangat mendukung pendidikan dasar madrasah.
Mengakhiri sambutannya, Nasirudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, pendamping, dan pelatih yang telah menjadi garda terdepan dalam suksesnya PORSENI ini. “Semoga seluruh kontribusi ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.
Penutupan PORSENI MI 2025 ini menjadi penanda suksesnya kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membina generasi muda madrasah yang berprestasi, berakhlak, dan berdaya saing.