
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember memperkuat tata kelola birokrasi di lingkungan madrasah melalui kegiatan Pendampingan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di MTsN 9 Jember, Kencong, Kamis (17/9/2026). Pendampingan difokuskan pada penguatan pemahaman dan kesiapan Tim Zona Integritas MTsN 9 Jember dalam mengelola setiap area pembangunan ZI secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan MTsN 9 Jember tersebut mempertemukan Tim Zona Integritas madrasah dengan perwakilan Tim Zona Integritas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Forum tidak diarahkan sekadar pada pemenuhan dokumen penilaian, tetapi menjadi ruang untuk membahas proses, praktik, serta kebutuhan penguatan pada masing-masing area pembangunan Zona Integritas.
Melalui sharing session, masing-masing area mendapat kesempatan untuk mendiskusikan pelaksanaan pembangunan ZI, termasuk berbagai hal yang masih perlu diperkuat. Pendekatan tersebut membantu tim madrasah melihat pembangunan Zona Integritas sebagai proses pembenahan tata kelola yang harus tercermin dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan sehari-hari.

Dalam kegiatan ini, Kankemenag Jember menjalankan fungsi pembinaan dan fasilitasi dengan berbagi pengalaman serta memberikan pendampingan kepada Tim Zona Integritas MTsN 9 Jember. Pendampingan diarahkan agar setiap proses pembangunan ZI memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan, pelaksanaan, bukti pendukung, dan manfaat yang dirasakan oleh pengguna layanan.
Penguatan tersebut penting karena pembangunan Zona Integritas pada madrasah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi penilaian. Substansi yang lebih utama adalah menghadirkan tata kelola pendidikan yang semakin transparan, akuntabel, tertib, serta membangun budaya kerja yang menempatkan integritas dan kualitas pelayanan sebagai bagian dari keseharian madrasah.
Bagi peserta didik, orang tua, dan masyarakat, proses ini diharapkan bermuara pada layanan madrasah yang semakin jelas, mudah diakses, responsif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan ZI tidak hanya terlihat dari kelengkapan administrasi, tetapi juga dari perubahan cara kerja dan meningkatnya kualitas pengalaman masyarakat ketika memperoleh layanan.