
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur di era transformasi digital melalui kegiatan Sosialisasi Program dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang digelar pada Rabu (29/4/2026) di Aula Kankemenag Jember. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural, kepala satuan kerja, pengawas, hingga pejabat fungsional di lingkungan Kemenag Jember.
Mengawali kegiatan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Santoso, terlebih dahulu memberikan apresiasi dan penghormatan kepada delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purna tugas terhitung mulai (TMT) 1 Mei 2026. Dalam momen tersebut, Santoso menyerahkan piagam penghargaan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka selama bertugas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi para ASN yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas hingga mencapai masa purna tugas. Adapun delapan ASN yang menerima penghargaan tersebut adalah:

Usai penyerahan penghargaan, Santoso membuka kegiatan sosialisasi dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Komdigi yang telah membuka akses pelatihan TIK bagi ASN Kemenag. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan publik.
“Penguatan literasi digital akan berdampak langsung pada kualitas layanan keagamaan yang kita berikan kepada masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas kementerian seperti ini menjadi sangat strategis untuk mempercepat adaptasi ASN terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Santoso juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi digital menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) di Kankemenag Jember, terutama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Surabaya, Bagus Winarko, S.Kom., M.T., selaku narasumber, memaparkan secara komprehensif program unggulan Digital Talent Scholarship (DTS) yang telah berjalan sejak 2018 sebagai bagian dari upaya nasional mencetak talenta digital.
Dalam pemaparannya, Bagus menjelaskan bahwa DTS menghadirkan berbagai skema pelatihan yang menyasar beragam segmen, termasuk ASN, dengan tujuan meningkatkan kompetensi pemanfaatan TIK guna mendukung percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi pemerintah.
Beberapa materi pelatihan yang ditawarkan antara lain Generative AI untuk peningkatan kinerja ASN, Data Driven Decision Making, Edukasi Kesadaran Keamanan SPBE, serta Digital Mindset yang mendorong perubahan pola pikir ASN agar adaptif terhadap transformasi digital.

Selain itu, DTS juga menyediakan jalur pengembangan kompetensi lanjutan seperti Artificial Intelligence, Cyber Security, hingga Cloud Computing yang bekerja sama dengan mitra global, serta berbagai program pembelajaran fleksibel (self-paced learning) bagi peserta.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab, di mana sejumlah ASN aktif menggali informasi terkait teknis pendaftaran, persyaratan, serta peluang pemanfaatan pelatihan untuk mendukung kinerja unit kerja masing-masing. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara langsung oleh narasumber.
Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018, yang menempatkan kompetensi digital ASN sebagai prasyarat utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan terintegrasi.
Di sisi lain, penguatan kompetensi digital juga menjadi prioritas dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama Tahun 2025–2029, yang menekankan pentingnya profesionalisme aparatur serta digitalisasi layanan keagamaan, mulai dari pendidikan madrasah, layanan Kantor Urusan Agama (KUA), hingga penyelenggaraan haji dan umrah.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, jajaran Kemenag Jember akan menggelar diskusi internal guna memetakan kebutuhan pelatihan pada masing-masing unit kerja. Hasil pemetaan tersebut akan disampaikan kepada BPSDM Komdigi Jawa Timur sebagai dasar penyusunan program pelatihan lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Melalui sinergi ini, diharapkan terbangun skema kolaborasi yang mampu menyelaraskan kebutuhan riil aparatur dengan ketersediaan program pelatihan, sehingga akselerasi transformasi digital di lingkungan Kemenag Jember dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.