
Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur melalui penguatan jenjang pendidikan formal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi ASN Melalui Pendidikan dan Sosialisasi Pendidikan bagi ASN Kemenag Jember yang Belum Memiliki Ijazah S1, yang digelar di Aula Kantor Kemenag Jember, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Universitas PGRI Argopuro atau UNIPAR Jember terkait sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026–2027. Sosialisasi tersebut ditujukan bagi ASN di lingkungan Kemenag Jember, baik PNS maupun PPPK, yang belum memiliki atau belum menyelesaikan pendidikan Strata 1.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Santoso, didampingi Analis SDM Ahli Madya, Rudi Winarto. Sementara dari Universitas PGRI Argopuro Jember hadir Drs. J. Agung Indratmoko, M.Pd., Kepala UPT Penmaru UNIPAR Jember, serta Karunia Muda Setya Utama, S.T., M.Pd., Sekretaris UPT RPL sekaligus narasumber.
Sebanyak 35 ASN di lingkungan Kemenag Jember yang belum memiliki ijazah S1 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan tinggi, mekanisme penerimaan mahasiswa baru, pilihan program studi, skema beasiswa, hingga program khusus yang dapat mendukung ASN untuk tetap berkembang tanpa mengabaikan tugas pelayanan.
Dalam arahannya, Santoso menegaskan bahwa peningkatan pendidikan ASN bukan hanya berkaitan dengan ijazah, tetapi juga bagian dari upaya membangun aparatur yang lebih profesional, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan publik.
“ASN harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Pendidikan adalah investasi penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas. Semangat ini sejalan dengan budaya kerja Kemenag Jember BERSINAR, yaitu membangun aparatur yang bersih melayani, santun, inovatif, akuntabel, dan ramah,” ungkapnya.

Santoso juga menekankan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan harus dimaknai sebagai ruang pengembangan diri. Menurutnya, pengalaman kerja yang telah dimiliki ASN perlu diperkuat dengan keilmuan akademik agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih terukur, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Karunia Muda Setya Utama dalam paparannya menjelaskan sejumlah peluang pendidikan yang dapat diakses oleh ASN, termasuk program beasiswa dan program khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL. Program RPL menjadi perhatian peserta karena memberikan peluang bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan dengan mempertimbangkan pengalaman kerja, pelatihan, serta pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa UNIPAR Jember menyediakan sejumlah pilihan program pendidikan, termasuk program unggulan S1 dan S2, serta beberapa skema beasiswa seperti KIP-Kuliah, beasiswa Pemkab, Rektor, Tahfidz, Baznas, dan Disabilitas. Dalam brosur penerimaan mahasiswa baru UNIPAR juga disebutkan adanya program khusus RPL dan PPG, serta berbagai fasilitas kampus yang menunjang proses pembelajaran.
Penjelasan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Banyak ASN terlihat aktif menyimak dan berdiskusi, terutama terkait peluang beasiswa, teknis perkuliahan, dan mekanisme RPL. Antusiasme ini menunjukkan adanya semangat kuat dari ASN Kemenag Jember untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui jalur pendidikan formal.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag Jember dalam mendukung pembangunan Zona Integritas dan implementasi budaya kerja BERSINAR. Seluruh proses sosialisasi dan penerimaan mahasiswa baru ditekankan agar berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tanpa dipungut biaya oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Jember berharap semakin banyak ASN yang memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Dengan meningkatnya kompetensi aparatur, pelayanan publik di lingkungan Kemenag Jember diharapkan semakin profesional, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.