Kemenag Jember Ikuti Launching ‘The Most KUA’, Gerakan KUA Bergerak Wujudkan Keluarga Sakinah Maslahat

Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengikuti Launching Program “The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat)” yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran Kemenag kabupaten/kota serta Kantor Urusan Agama (KUA) se-Jawa Timur.

 

Di Kabupaten Jember, kegiatan ini diikuti dari 31 titik lokasi, dengan tiga titik utama berada di MAN 1 Jember, MAN 2 Jember, dan MAN 3 Jember, serta titik-titik lainnya yang tersebar di kecamatan melalui KUA setempat. Sementara itu, kegiatan utama digelar secara luring dari MAN Kota Surabaya dan disiarkan secara daring kepada seluruh peserta di Jawa Timur.

 

Program “The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat)” merupakan inisiatif Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk memperkuat peran KUA dalam membangun keluarga sakinah dan maslahat, melalui berbagai program bimbingan kepada masyarakat, di antaranya BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), BRUN (Bimbingan Remaja Usia Nikah), serta Bimbingan Keluarga Muslim bagi keluarga-keluarga baru.

KUA Harus Bergerak Menyapa Masyarakat

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa istilah “The Most KUA” merupakan konsep baru yang diharapkan membawa perubahan positif dalam pelayanan KUA kepada masyarakat.

 

Menurutnya, karena merupakan konsep baru, maka gerakan ini harus mampu menghadirkan sesuatu yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.

 

Ia juga menekankan bahwa bulan Ramadan harus menjadi momentum untuk menempa jiwa sekaligus memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.

 

“Di momentum Ramadan ini, KUA juga harus bergerak. Jangan sampai KUA hanya dipandang sebagai tempat stempel nikah saja,” tegasnya.

 

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa penghulu dan penyuluh agama merupakan ujung tombak pelayanan KUA yang harus aktif turun ke masyarakat.

 

“Penghulu dan penyuluh harus menjemput bola. Mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, penguatan keluarga maslahat menjadi sangat penting untuk terus digencarkan, mengingat angka perceraian yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

 

Ia juga menambahkan bahwa melalui interaksi dan pendampingan kepada keluarga-keluarga di masyarakat, sesungguhnya terdapat banyak potensi yang bisa digali untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

 

“Melalui penguatan keluarga maslahat, mari kita bersama-sama melahirkan generasi yang cerdas, kuat, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Pendidikan Keluarga Harus Dimulai Sejak Dini

 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., yang mengikuti kegiatan dari MAN 1 Jember, menyampaikan bahwa pendidikan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membangun fondasi kehidupan yang kuat.

 

Menurutnya, pembinaan keluarga tidak hanya dilakukan setelah menikah, tetapi harus dimulai sejak dini melalui edukasi kepada generasi muda.

 

“Pendidikan keluarga sangat penting dilakukan sejak awal untuk menguatkan pondasi keluarga di masa depan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan kepada para remaja agar tidak terburu-buru dalam menentukan pasangan hidup.

 

“Menentukan pasangan jangan ujug-ujug. Banyak hal yang harus dipertimbangkan agar dapat membangun keluarga yang baik dan harmonis,” pesannya.

 

Melalui kegiatan ini, para siswa juga diharapkan mendapatkan bekal pengetahuan dan pemahaman mengenai kehidupan keluarga sebagai persiapan menghadapi masa depan.

 

“Anak-anak hari ini kita berikan bekal agar kelak mereka siap membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan penuh keberkahan,” tambahnya.

 

Melalui launching Program “The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat)” ini, Kemenag Jember berharap peran KUA semakin kuat dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang sakinah, maslahat, dan berkontribusi bagi lahirnya generasi bangsa yang berkualitas.

Accessibility