
Jember (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., menegaskan pentingnya muhasabah diri dan dukungan penuh terhadap pembangunan Zona Integritas (ZI). Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kinerja Guru ASN DPK yang digelar Forum Komunikasi Guru DPK Tuti-Kencong pada 8–9 Agustus 2025 di Aula MI Bustanul Ulum, Balung.
Bimtek yang diikuti seluruh guru ASN DPK di bawah naungan Kemenag Jember ini dibuka langsung oleh Sruji Bahtiar. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan. “Bila masih perlu banyak perbaikan, ASN tidak boleh menutup mata. Pelatihan seperti ini adalah kesempatan untuk memperlancar pekerjaan, sehingga jangan disia-siakan,” ujarnya.
Ia mengibaratkan peralatan administrasi sebagai kendaraan yang disediakan untuk memudahkan perjalanan. “Akan tidak masuk akal bila memilih berjalan kaki hanya karena enggan belajar menggunakan kendaraan tersebut,” tegasnya, merujuk pada pentingnya ASN memanfaatkan dan menguasai berbagai tools administratif.
Lebih lanjut, Sruji Bahtiar menyoroti pembangunan Zona Integritas yang sedang dijalankan Kemenag Jember. Menurutnya, ZI adalah program yang membawa manfaat bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun ASN itu sendiri, dan harus didukung dari pimpinan hingga staf. “Membangun Zona Integritas adalah tanggung jawab bersama, dan komitmen ini harus menyatu dalam budaya kerja ASN,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan membangun Zona Integritas di Jember akan menjadi prestasi luar biasa mengingat luasnya wilayah, besarnya jumlah ASN, dan banyaknya madrasah di daerah ini. Ia menekankan bahwa ZI bukan sekadar upaya meraih tunjangan, melainkan membangun kepercayaan publik dan menjaga martabat instansi. “Semua layanan di Kemenag Jember gratis, dan ini adalah komitmen kami,” ujarnya.
Santoso juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tiga tugas utama: sebagai pelayan masyarakat, pelaksana kebijakan publik, dan perekat kesatuan bangsa. Ia mengajak para peserta untuk fokus pada kinerja, bukan semata kebijakan, serta mendukung penuh proses menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang kini memasuki tahap akhir. “Lulus atau tidak lulus WBK bukan tujuan utama. Yang penting adalah perubahan positif yang terjadi,” tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kemenag Jember, di antaranya Qudsy, S.E., M.M., yang membawakan materi penggunaan aplikasi ASN; Rudi Winarto, S.E., M.M., yang memaparkan kebijakan pelaporan kinerja; serta M. Nur Huda, M.Pd.I., yang menjelaskan substansi pelaporan kinerja guru ASN DPK.
Ketua Forum Komunikasi Guru DPK Tuti-Kencong, Ahmad Laili, menyampaikan apresiasi atas arahan Kepala Kanwil dan Kepala Kankemenag Jember. Ia berharap bimtek ini mampu meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memperkuat dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas di Kemenag Jember.