Jember (Humas) --- Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar Kabupaten Jember menggelar kegiatan Manasik Haji bagi guru PAI SD se-Kabupaten Jember di Lapangan Jenggawah, Rabu (11/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 1.097 peserta yang terdiri dari guru PAI SD dari berbagai kecamatan, sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional sekaligus penguatan praktik ibadah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Edy Sucipto, M.Pd., dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, M.Pd.I, Kepala Kantor Kemenhaj Jember, Nur Sholeh, M.Pd.I., pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, serta Pengawas PAI. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah.
Kegiatan manasik diisi dengan praktik langsung rangkaian ibadah haji melalui simulasi yang terstruktur dan bimbingan dari para pembimbing berpengalaman. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari ihram, wukuf, hingga tawaf dan sa’i, sebagai bekal untuk memperkuat pemahaman sekaligus keterampilan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Jember menegaskan pentingnya manasik haji bagi guru PAI. Menurutnya, tugas seorang guru tidak hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu memahami praktik ibadah secara nyata.
“Manasik haji bagi guru PAI sangat penting karena berkaitan langsung dengan tugas kita sebagai pendidik. Kita mungkin mengetahui teorinya, tetapi praktik juga menjadi hal yang tidak kalah penting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan ibadah haji dan umrah membutuhkan kedisiplinan serta kegigihan agar setiap rangkaian dapat dijalankan dengan baik. Selain itu, nilai kebersamaan menjadi kunci utama dalam ibadah haji yang dilaksanakan secara berkelompok.
“Dalam ibadah haji terdapat kelompok-kelompok yang harus solid dan saling mendukung. Kebersamaan inilah yang perlu kita teladani, baik dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Santoso menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Semoga semua yang hadir di sini suatu saat dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk beribadah haji maupun umrah,” tuturnya penuh harap.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAI semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman spiritual dan keteladanan. Manasik haji ini sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.