KUA Jombang Jember Jadi Role Model Green Building dan Pusat Solusi Umat, Dirjen Bimas Islam: “Jadilah Problem Solver, Bukan Sekadar Peace Maker — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 17 Oktober 2025

KUA Jombang Jember Jadi Role Model Green Building dan Pusat Solusi Umat, Dirjen Bimas Islam: “Jadilah Problem Solver, Bukan Sekadar Peace Maker

Jember (Humas) --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., melakukan kunjungan kerja ke KUA Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, dalam rangka Monitoring Program Pembangunan KUA SBSN Tahun Anggaran 2025, Kamis (16/10/2025).

 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Munir, S.Ag., M.Ag, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Moh. Arwani, M.Ag., M.HI., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran, termasuk Kepala Seksi Bimas Islam, Dr. Ahmad Tholabi, M.HI, serta para Kepala KUA se-Kabupaten Jember.

 

Dalam kunjungannya, Abu Rokhmad menyampaikan apresiasi atas desain dan tata kelola KUA Kecamatan Jombang, yang dinilai menjadi salah satu KUA terbaik dari berbagai lokasi yang telah ia kunjungi di seluruh Indonesia.

 

“KUA Jombang ini luar biasa. Konsep pembangunannya sudah sesuai dengan ekoteologi yang dicanangkan oleh Menteri Agama, yakni pembangunan ramah lingkungan berbasis green building yang memperhatikan keseimbangan antara fungsi, efisiensi energi, dan keberlanjutan,” ujar Abu Rokhmad.

 

Konsep Green KUA ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam penerapan prinsip ramah lingkungan dan pelayanan publik yang humanis, sejalan dengan visi Moderasi Beragama dan Transformasi Layanan Umat.

 

Dalam arahannya kepada para Kepala KUA, Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya peran KUA bukan sekadar menjadi “peace maker” atau penengah konflik, tetapi harus naik tingkat menjadi “problem solver”, yaitu pihak yang mampu mencegah dan menyelesaikan masalah sejak dini melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.

 

“KUA harus hadir sebelum konflik muncul. Misalnya dalam konteks kerukunan umat beragama, KUA bisa membangun komunikasi lintas tokoh agama, mengedukasi masyarakat, dan memperkuat literasi keberagamaan yang damai,” tegasnya.

Selain itu, Abu Rokhmad juga mendorong adanya sinergi antara KUA dan Baznas dalam melakukan pembinaan bagi pasangan yang baru menikah. Kolaborasi ini penting untuk memastikan keluarga baru mendapatkan dukungan spiritual dan ekonomi pasca pernikahan.

 

“Contohnya, tiga bulan setelah akad nikah, KUA bisa melakukan kunjungan ke rumah pasangan baru. Bila ada kendala keuangan atau sosial, maka bisa berkoordinasi dengan Baznas untuk memberikan bantuan dan bimbingan. Tujuannya agar mereka mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah (SAMARA),” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Jember, Santoso, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung arahan Dirjen Bimas Islam dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor serta inovasi layanan berbasis digital dan inklusif.

 

“Kami siap menindaklanjuti arahan Bapak Dirjen dengan memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan dan pembinaan masyarakat, termasuk membangun kemitraan strategis dengan Baznas, penyuluh, dan lembaga sosial,” tutur Santoso.

 

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas KUA, dialog dengan Kepala KUA, dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh tim dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang modern, ramah lingkungan, dan solutif.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)