
Jember (Humas) --- Sebanyak 73 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember mengikuti kegiatan sosialisasi dan orientasi Massive Open Online Course (MOOC) yang digelar di ruang VIP-2 pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional orientasi PPPK Tahap 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Surabaya, secara virtual melalui Zoom Meeting, sehingga pelaksanaan orientasi dapat berlangsung serentak dan terintegrasi se-Jawa Timur.
Sebelum kegiatan resmi dimulai dan dibuka oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., terlebih dahulu memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh peserta.
Dalam arahannya, Santoso menekankan pentingnya pemahaman peran dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya bagi PPPK yang baru bergabung di lingkungan Kementerian Agama. Ia menyampaikan bahwa orientasi ini bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan menjadi fondasi awal dalam membangun karakter ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.
“Melalui kegiatan ini, saudara semua diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi sebagai ASN, serta menginternalisasi nilai-nilai dasar Kementerian Agama, termasuk moderasi beragama, etika birokrasi, dan semangat melayani umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Santoso juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan komitmen dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran MOOC yang akan dilaksanakan secara mandiri melalui Learning Management System (LMS). Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan dua kurikulum utama yang telah ditetapkan, yakni pengenalan fungsi dan tugas ASN serta pengenalan nilai dan etika pada instansi pemerintah.
Sementara itu, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi menyampaikan bahwa orientasi PPPK melalui skema MOOC merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran MOOC memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk belajar secara mandiri, namun tetap terstruktur dan terukur. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh.
“Orientasi ini menjadi pintu awal bagi PPPK untuk memahami budaya kerja Kementerian Agama. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, sehingga mampu menjadi ASN yang adaptif, profesional, dan berintegritas,” ungkapnya.
Lebih jauh, Muchammad Toha juga menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan etika birokrasi menjadi bagian penting dalam kurikulum orientasi. Hal ini dinilai sebagai fondasi dalam menciptakan ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan surat Balai Diklat Keagamaan Surabaya, peserta orientasi PPPK diwajibkan mengikuti dua kurikulum utama. Kurikulum pertama tentang Pengenalan Fungsi dan Tugas ASN disiapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), sementara kurikulum kedua tentang Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah disusun oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama.
Selain itu, pembelajaran akan dilaksanakan secara daring melalui metode MOOC mulai 1 Mei 2026, yang memungkinkan peserta belajar secara fleksibel namun tetap terpantau.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk ASN PPPK Kementerian Agama yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan mengikuti orientasi ini, PPPK Kemenag Jember diharapkan mampu beradaptasi dengan budaya kerja birokrasi yang profesional serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani.