
Jember (Humas) --- Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Zainul Hasan (Balung) melaksanakan Ujian Tahfihz dengan melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember sebagai tim penguji untuk pertama kalinya. Ujian yang digelar pada Rabu, 19 November 2025 ini diikuti oleh 44 peserta murid Marasah Ibtidaiyah. Meski kegiatan Ujian Tahfihz telah dilaksanakan di lembaga ini sebelumnya, namun kolaborasi resmi dengan Kemenag Jember sebagai penguji merupakan langkah perdana yang menandai penguatan standar mutu Tahfihz dalam rangka menumbuhkan generasi Qur’ani.
Dalam sambutannya, Pembina Tahfihzul Qur’an Yayasan Zainul Hasan, KH. Ervin Said, S.Ag, menyampaikan rasa syukur bahwa MI Ma’arif Zainul Hasan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Kemenag Jember dalam penyelenggaraan Ujian Tahfihz. Beliau menegaskan bahwa membimbing hafalan Al-Qur’an di jenjang MI memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan pendampingan yang intensif, kesabaran, dan pembentukan karakter disiplin sejak dini. Namun, ia optimis dari lembaga ini akan lahir generasi hafidz dan hafidzah yang membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa Kemenag Jember siap mendukung lembaga pendidikan, baik madrasah maupun sekolah umum, yang ingin menghadirkan Ujian Tahfihz terstandar dengan melibatkan tim penguji resmi dari Kemenag. Beliau mengajak para ustadz dan ustadzah untuk terus istiqamah dalam mendampingi anak-anak, karena sesungguhnya yang paling berat dari sebuah ujian bukanlah proses tesnya, tetapi perjalanan belajar yang panjang. Kepada para peserta, Dr. Santoso mengingatkan agar tidak merasa tegang. “Jangan takut. Ujian Tahfihz itu harus dibuat bahagia. Pemerintah sangat peduli kepada anak-anak yang sungguh-sungguh belajar Al-Qur’an. Segala perjuangan pasti ada hasilnya,” tegasnya.
Kolaborasi perdana dengan Kemenag Jember ini bertujuan memperkuat kualitas Ujian Tahfihz melalui proses validasi hafalan yang objektif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengujian langsung dari Kemenag, hasil ujian memiliki legitimasi yang lebih kuat sekaligus mendorong standar pembelajaran Tahfihz yang lebih terukur di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.

Kemenag Jember berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di Kabupaten Jember untuk terus mengembangkan program Tahfihz secara profesional dan terstandar. Ke depan, kerja sama serupa diharapkan semakin meluas, melahirkan lebih banyak hafidz dan hafidzah muda yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an. Kemenag Jember menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dan membangun generasi Qur’ani sebagai aset masa depan bangsa