Jember (Humas) --- Sebanyak 88 guru dan kepala madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 (KKMTsN 6) Jember mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta melalui Pendekatan Deep Learning pada 9–10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dengan menghadirkan narasumber Widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Moh. Miftah Sirojuddin, S.Ag., M.M., M.Pd.
Dalam sambutannya, Santoso menegaskan urgensi penyelenggaraan workshop secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Menjawab pertanyaan mendasar tentang mengapa workshop terus dilakukan, ia menyampaikan bahwa perubahan merupakan keniscayaan.
“Kenapa selalu ada workshop? Sama halnya dengan manusia dan dunia yang selalu berubah dan berkembang. Karena itu, kita harus adaptif,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun para guru telah terbiasa menyusun kurikulum, belum tentu seluruhnya telah memenuhi kriteria yang diharapkan. Oleh sebab itu, pembaruan wawasan serta pendalaman pemahaman menjadi hal penting agar implementasi kurikulum senantiasa selaras dengan regulasi dan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Lebih lanjut, Santoso menjelaskan bahwa pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dipadukan dengan Deep Learning menekankan pada pemahaman yang berorientasi praktik serta proses pembelajaran yang spesifik sesuai kebutuhan murid. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus menghadirkan suasana belajar yang humanis dan bermakna.
Ia pun berpesan kepada para pendidik untuk mengajar dengan penuh cinta serta menghindari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Menjaga lisan dalam berinteraksi dengan peserta didik, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang guru. Penanaman karakter harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang peserta didik secara utuh.
Menghadirkan narasumber kompeten dari BDK Surabaya, workshop ini memberikan penguatan strategi pembelajaran mendalam (deep learning) sekaligus memperkaya perspektif guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka secara kontekstual di madrasah.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin kompeten dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, madrasah tidak hanya mampu mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
Workshop ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kabupaten Jember dalam mendorong transformasi pendidikan madrasah agar terus relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan sebagai ruh utama pendidikan.