
Jember (Humas) --- Apel BERSINAR Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Senin (10/8/2026), berlangsung istimewa. Kegiatan rutin tersebut diwarnai dengan penganugerahan piagam penghargaan kepada sejumlah kepala dan guru madrasah yang aktif mengembangkan budaya literasi.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., sebagai bentuk apresiasi terhadap insan madrasah yang konsisten membaca, menulis, berkarya, serta menggerakkan literasi di lingkungan Pendidikan madrasah.
Penghargaan diberikan kepada Dra. Cred Dien Djajaningsih, Kepala MA ASHRI Jember; Balqis Al Humairo, S.Pd.I., Kepala MA Unggulan Nuris Jember; Khusnan Yasin, S.H., Kepala MA Al Qodiri Jember; dan Khoirul Anam, S.Sos.I., M.Pd.I., Kepala MA Darul Hikam.
Selain itu, penghargaan diterima Shulhan Kholidi, S.Ag., Guru MIS Bustanul Ulum 02 Mlokorejo; Nikmatul Iza, S.Pd., Guru RA Al Mustajab Ambulu; Subhan Masruri, Guru MA Al Falah Wuluhan sebagai Penggerak Literasi Digital Madrasah; serta Imam Ghozali, S.Pd., Guru MA Al Falah Wuluhan sebagai Penulis Inspiratif Kategori Penerjemah Bahasa Asing.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Moh Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I., dalam amanatnya mengajak seluruh peserta memaknai hari Senin di bulan Rabiul Awal sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memperluas manfaat kepada sesama.
Nurhuda menyampaikan, Senin memiliki makna istimewa karena menjadi hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sementara Jumat dikenal sebagai penghulu segala hari. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh hari pada hakikatnya merupakan hari yang baik dan masing-masing menyimpan hikmah yang dapat direnungkan.
Ia kemudian mengulas hikmah tentang rangkaian penciptaan pada setiap hari, mulai dari tanah, gunung, tumbuh-tumbuhan, hingga Nabi Adam AS. Dari rangkaian tersebut, Nurhuda memberikan penekanan pada filosofi tumbuhan yang dikaitkan dengan hari Senin.
Menurutnya, pohon dapat menjadi gambaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan. Pohon tidak hanya tumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan keteduhan, kenyamanan, buah, serta berbagai manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

“Seperti pohon, kita tidak cukup hanya tumbuh dan menjadi baik untuk diri sendiri. Kebaikan dan kualitas yang kita miliki harus mampu memberikan manfaat kepada orang lain,” pesannya.
Filosofi tersebut, lanjut Nurhuda, sejalan dengan semangat pembangunan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember. Integritas tidak cukup hanya diwujudkan dalam kualitas individu, tetapi harus tercermin dalam perilaku, kinerja, dan pelayanan yang berdampak nyata kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nurhuda juga menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan penggerak literasi madrasah. Ia menyebut mereka sebagai pionir dalam menghidupkan dan mengamalkan semangat Iqra’ di lingkungan pendidikan.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik bagi semakin banyak kepala madrasah dan guru untuk aktif mengembangkan budaya literasi, melahirkan karya, serta menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran yang semakin relevan dengan kehidupan.
Nurhuda menegaskan bahwa literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis maupun hanya dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu. Literasi juga menyangkut kemampuan memahami ilmu, membaca realitas, mengolah informasi, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
“Ketika melihat sesuatu di sekitar kita, seharusnya terbersit bahwa apa yang kita lihat memiliki hubungan dengan keilmuan yang kita pelajari. Ilmu tidak boleh hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus dibumikan dan dipraktikkan dalam kehidupan nyata,” tegasnya.
Melalui Apel BERSINAR dan pemberian penghargaan tersebut, Kemenag Jember terus mendorong lahirnya insan madrasah yang berintegritas, literat, kreatif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan. Semangat Iqra’ diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi berkembang menjadi pemahaman, karya, aksi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.