Merajut Kemanusiaan, Merawat Keberagaman: Kemenag Jember Dukung Dialog Lintas Iman 2025 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 08 Agustus 2025

Merajut Kemanusiaan, Merawat Keberagaman: Kemenag Jember Dukung Dialog Lintas Iman 2025

Jember (Humas) --- Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Faisol Abrari, menghadiri kegiatan Dialog Lintas Iman dan Budaya Jember 2025 pada Kamis (7/8/2025) di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jember, Jalan Sentot Prawirodirdjo No.18, Jember.

 

Dalam sambutannya, Faisol Abrari menyampaikan apresiasi kepada Jaringan GUSDURian Jember yang telah menginisiasi kegiatan dengan tema “Agama Jangan Jauh dari Kemanusiaan”. Menurutnya, dialog lintas iman merupakan salah satu wujud nyata dari moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama.

 

“Agama sejatinya harus menjadi sumber inspirasi untuk kebaikan, persaudaraan, dan kemanusiaan. Melalui dialog seperti ini, kita membangun jembatan pemahaman, bukan tembok pemisah,” ujar Faisol Abrari.

 

“Kemenag Jember mendukung penuh upaya memperkuat jejaring lintas iman, khususnya yang melibatkan generasi muda, agar nilai-nilai toleransi dan keadilan sosial terus hidup di masyarakat,” tambahnya.

 

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 100 peserta ini melibatkan komunitas lintas iman, mahasiswa, organisasi orang muda, aktivis sosial, dan tokoh agama.

 

Koordinator Jaringan GUSDURian Jember, Mahmud Zain, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah:

  • Merefleksikan kembali posisi agama dalam menghadapi krisis kemanusiaan saat ini.
  • Menguatkan suara dan peran orang muda dalam gerakan lintas iman yang humanis dan transformatif.
  • Mendorong kolaborasi lintas komunitas dalam membela keberagaman dan keadilan sosial.

 

“Dari kegiatan ini diharapkan lahir pemahaman baru tentang kemanusiaan dalam perspektif agama yang membumi, komitmen bersama lintas komunitas untuk menindaklanjuti ruang dialog dalam bentuk aksi konkret, serta terbentuknya jaringan orang muda lintas iman yang aktif di Jember,” ungkap Mahmud Zain.

 

Kegiatan dikemas secara partisipatif untuk membuka ruang dialog setara dan mendorong tindak lanjut kolaboratif. Format acara meliputi diskusi panel interaktif, diskusi kelompok, dan sesi refleksi bersama.

Panel pertama mengangkat materi “Menghidupkan Kemanusiaan dari Akar Tradisi Gus Dur” yang dipantik oleh GUSDURian Jember. Pemantik menggali nilai-nilai dasar pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai titik tolak keimanan, khususnya di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Praktik baik yang dibahas antara lain penafsiran Gus Dur tentang agama sebagai alat pembebasan, praktik keberagamaan yang membela kaum lemah dan marjinal, serta peran orang muda lintas iman dalam merawat nilai tersebut di tingkat akar rumput.

 

Panel kedua membahas “Spiritualitas Inklusif: Menjadi Gereja yang Relevan bagi Sesama” yang dipantik oleh GKI Jember. Sesi ini merefleksikan pengalaman komunitas Kristen dalam menghadirkan gereja yang tidak menghakimi, serta menekankan kasih tanpa syarat. Pemantik juga menguraikan tantangan kaum muda Kristen dalam menjembatani iman dan aksi sosial, serta membangun dialog yang setara dan empatik di ruang publik lintas iman.

 

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi komunitas lintas iman di Jember untuk memperkuat jejaring, memperdalam pemahaman, dan meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)