MoU Inklusif! Kemenag Jember Gandeng SLBN Jember Perkuat Sensitivitas Layanan Publik Disabilitas — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Berita 25 September 2025

MoU Inklusif! Kemenag Jember Gandeng SLBN Jember Perkuat Sensitivitas Layanan Publik Disabilitas

Jember (Humas) --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jember mengenai penguatan sensitivitas pemberian layanan publik terhadap pengguna layanan disabilitas.

 

Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Konsultasi PTSP Kantor Kemenag Jember, Kamis (25/9/2025) oleh Kepala Kantor Kemenag Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., dan Plt. Kepala SLBN Jember, Farida Intan Arrochim, S.Pd. MoU ini bertujuan mendorong lahirnya layanan publik yang lebih inklusif, ramah, dan mudah diakses bagi kelompok rentan.

 

MoU ini menekankan pada:

 

  1. Peningkatan kompetensi SDM layanan melalui pelatihan dasar bahasa isyarat, etika pelayanan untuk disabilitas, serta praktik simulasi layanan prioritas.
  2. Evaluasi aksesibilitas fasilitas layanan di lingkungan Kemenag Jember, seperti jalur kursi roda, signage kontras tinggi, meja adaptif, dan sarana informasi alternatif.
  3. Penyusunan SOP layanan inklusif yang mengatur standar komunikasi, pendampingan, dan sistem antrean prioritas bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan ibu dengan anak kecil.
  4. Pembuatan media sosialisasi ramah disabilitas, termasuk video bersubtitel, infografik kontras, dan QR Code panduan layanan.

 

Dalam sambutannya, Santoso menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah nyata penerapan nilai BERSINAR (Bersih Melayani, Santun, Inovatif, Akuntabel, Ramah) di seluruh lini pelayanan.

 

“Kemenag Jember berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan inklusivitas. Semua masyarakat harus mendapatkan kemudahan dan kepastian, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Farida Intan Arrochim menyampaikan bahwa kerja sama ini penting karena pengalaman dan kompetensi SLB dapat diimplementasikan langsung dalam pelayanan publik.

 

“Kami berharap, kolaborasi ini mampu meningkatkan kepekaan sekaligus keterampilan aparatur dalam memberikan layanan yang setara dan manusiawi,” jelasnya.

 

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk:

 

  • Mengadakan workshop perdana bagi petugas front office PTSP dan KUA dalam waktu dekat.
  • Melakukan penilaian awal aksesibilitas fasilitas di seluruh unit layanan Kemenag Jember.
  • Membentuk focal point inklusi di tiap unit kerja.
  • Melaksanakan monitoring dan evaluasi triwulanan guna mengukur peningkatan kualitas layanan.

 

Dengan adanya MoU ini, Kemenag Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan, serta menjadi role model pelayanan publik ramah disabilitas di tingkat daerah.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)