MTsN 2 Jember: Dari Gerakan Literasi, Menyulam Jalan Menuju Prestasi — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember
Beranda / Berita / Detail
Bagikan
Artikel 26 September 2025

MTsN 2 Jember: Dari Gerakan Literasi, Menyulam Jalan Menuju Prestasi

 

Di tengah derasnya arus digital yang kerap membuat generasi muda larut dalam dunia gawai, MTsN 2 Jember memilih jalannya sendiri: menjadikan literasi sebagai napas kehidupan madrasah. Keputusan itu tidak hanya membawa perubahan budaya belajar, tetapi juga mengantarkan madrasah ini pada berbagai prestasi yang membanggakan.

 

Langkah itu dimulai sejak tahun 2022. Saat itu, Kepala Madrasah, Dr. Nur Aliyah, S.Pd, M.Pd mencanangkan literasi sebagai arah tema program-program di MTsN 2. Tidak lama setelah itu, di tahun 2023 lahirlah Gelem (Gerakan Literasi Madrasah)—sebuah tim yang terdiri dari para guru penggiat literasi. Gelem hadir sebagai motor penggerak, memastikan budaya literasi tidak berhenti di slogan, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang berakar.

 

 

Di tahun yang sama, usaha keras itu mendapat pengakuan besar. MTsN 2 Jember dinobatkan sebagai Madrasah Model Literasi oleh Media Guru Indonesia, sebuah penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim saat itu. Penghargaan ini menjadi tonggak sejarah, namun juga sekaligus tantangan untuk membuktikan bahwa predikat tersebut bukan sekadar gelar.

 

Budaya Literasi yang Hidup

Setiap pagi, sebelum dering bel pelajaran berbunyi, suasana kelas di MTsN 2 Jember dipenuhi keheningan yang khas. Para siswa membuka buku, membaca selama lima menit, lalu membiarkan imajinasinya berkelana sebelum beralih ke pelajaran. Kebiasaan sederhana ini menjadi gerbang menuju budaya literasi yang lebih luas, di mana para guru dan siswa juga diajak untuk tidak hanya mengkonsumsi, namun juga berkreasi melalui program 1 guru 1 buku dan 1 siswa 1 buku. Koleksi perpustakaan sebanyak 1.450 judul, hingga fasilitas e-book yang bisa diakses dari website madrasah menjadi penunjang keberlanjutan budaya.

 

 

Tidak berhenti di situ, MTsN 2 Jember juga menumbuhkan budaya berbagi. Setiap karya siswa dirayakan melalui kegiatan launching buku, dan para siswa kerap menjadi duta literasi yang memperkenalkan program madrasah kepada tamu dari luar. “Literasi di sini bukan hanya membaca, tapi juga berbagi gagasan dan menginspirasi,” begitu kira-kira pesan ingin disampaikan.

 

Prestasi yang Berderet hingga Munculnya "Nongkrong Pintar"

Dari fondasi itu, lahirlah puluhan prestasi. Siswa MTsN 2 Jember menorehkan medali di bidang sains, sosial, MTQ, hingga coding dan robotik. Catatan kemenangan mereka tidak hanya menunjukkan kecerdasan akademis, tetapi juga daya literasi yang menjadi bekal berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

 

Terbaru, muncul nama Aanisa Raeesa Rahmah Safitri yang lagi-lagi membawa semangat literasi untuk mencapai prestasi. Dalam ajang Lomba Konten Video, Resensi Buku, dan Bertutur se-Kabupaten Jember Tahun 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Aanisa berhasil memikat juri dengan karyanya berjudul “Nongkrong Pintar”.

 

 

Video berdurasi lima menit itu menghadirkan konsep tur perpustakaan dengan gaya santai. Dengan bahasa anak muda yang renyah, Aanisa mengajak teman-temannya menjadikan perpustakaan sebagai tempat nongkrong asik, bukan sekadar ruang sunyi penuh buku. Pesannya sederhana: perpustakaan bisa jadi ruang kreatif, tempat bertemu ide-ide baru, dan alternatif cerdas dari sekadar menghabiskan waktu dengan ponsel.

 

 

Keberhasilan Aanisa tidak datang tiba-tiba. Dua pembimbingnya, Bayu Pradana dan Marti Nugroho, M.Pd., mendampingi setiap langkahnya: mulai dari latihan public speaking, pencarian literatur di berbagai perpustakaan, hingga urusan teknis seperti setting lokasi syuting dan perizinan di pondok pesantren tempat Aanisa mondok. Dukungan itu membuat Aanisa tampil percaya diri, artikulatif, dan penuh penjiwaan.

 

Kepala Dispusipda Jember, Drs. R. Agus Supriyanto, M.Pd., bahkan mengaku bangga melihat semangat generasi muda. “Lomba ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi dan kreativitas di kalangan pelajar Jember sangat tinggi. Kami berharap perwakilan yang melaju ke tingkat nasional dapat mengharumkan nama Jember,” ujarnya.

 

Literasi yang Menjadi Identitas

Bagi MTsN 2 Jember, prestasi Aanisa bukan sekadar kemenangan individu. Ia adalah simbol bahwa budaya literasi yang dirawat dengan sabar bisa menumbuhkan kreativitas tak terbatas. Kepala madrasah Nur Aliyah menyebut, penghargaan ini membuktikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide besar.

 

 

Kini, siswa MTsN 2 Jember tidak hanya menulis buku atau majalah, tapi juga menggarap konten video, bahkan flipbook. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa predikat Madrasah Model Literasi terus hidup dan berkembang.

 

MTsN 2 Jember tidak hanya mencetak juara, tetapi juga menanamkan nilai: bahwa literasi adalah kunci membuka masa depan. Dari buku ke video, dari kelas ke panggung prestasi, madrasah ini telah membuktikan bahwa literasi bisa menjadi gaya hidup, identitas, sekaligus jalan menuju kejayaan.

Bagikan: WA FB
Kembali ke Daftar Berita

Aksesibilitas
Ukuran Teks
Tema
Keterbacaan
Kurangi Animasi
Baca Teks (TTS)