Musda XI MUI Jember Tetapkan KH. Abdul Haris sebagai Ketua Periode 2026–2031

 

Jember (Humas) --- Musyawarah Daerah XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember telah diselenggarakan pada Jumat, 4 April 2026, bertempat di Gedung BEC (Business and Entrepreneurship Center) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Acara ini menjadi momen penting bagi penguatan kepemimpinan keagamaan di tingkat daerah.

 

Musyawarah yang dihadiri Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM. (Rektor UIN KHAS Jember) sebagai pembuka acara, dan Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA. (Pengurus MUI Jawa Timur) sebagai pendamping proses pemilihan, telah berhasil menjalankan pemilihan kepengurusan MUI periode baru. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Santoso, S.Ag, M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, berperan sebagai Dewan Pertimbangan, memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung lembaga keagamaan yang instrumental bagi pembangunan moral dan spiritual masyarakat.

 

 

Dalam proses pemilihan, KH. Abdul Haris ditetapkan sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember periode 2026-2031. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada KH. Abdul Haris menunjukkan kapabilitas beliau dalam mengemban tanggung jawab memimpin lembaga syuro ulama di tingkat lokal. Pengukuhan kembali kepemimpinan beliau menunjukkan komitmen MUI untuk kontinuitas dan konsistensi dalam menjalankan misi-misi keagamaan yang strategis.

 

Keseluruhan rangkaian acara musyawarah daerah ini menegaskan komitmen bersama – antara tokoh agama, pimpinan pendidikan tinggi, dan aparatur negara – untuk memperkuat peran MUI dalam membimbing masyarakat menuju terwujudnya keberagaman yang damai, toleran, dan saling menghormati. Dengan kepemimpinan yang kuat dan didukung oleh institusi-institusi yang kredibel, MUI Kabupaten Jember siap melanjutkan misinya menerangi jalan keagamaan umat Islam di era modern ini.

 

Semoga, penguatan kepemimpinan MUI ini menjadi berkah bagi Kabupaten Jember dan seluruh Jawa Timur, serta menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga keagamaan lainnya dalam menjalankan fungsi dakwah dan pembinaan umat yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

Accessibility