Jember (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., membuka ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Jember pada Selasa (9/9/2025). Bertempat di MAN 1 Jember, pembukaan dilakukan secara daring melalui Zoom.
Dalam sambutannya, Santoso menegaskan bahwa OMI tahun 2025 menghadirkan terobosan baru dengan menggabungkan dua ajang bergengsi sebelumnya, yakni Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES). Menurutnya, integrasi ini menjadi ruang yang lebih luas bagi siswa madrasah dan sekolah untuk berkompetisi serta menunjukkan potensi terbaiknya di bidang sains dan riset.
“Madrasah dan sekolah yang mengirimkan peserta untuk berkompetisi tentu telah mempersiapkan murid-muridnya dengan sungguh-sungguh. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah mendampingi dan membimbing mereka,” ujar Santoso dalam pertemuan virtual bersama kepala-kepala madrasah.
OMI tingkat Kabupaten Jember akan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis. Hari pertama diikuti jenjang MA/SMA, hari kedua untuk MI/SD, dan hari ketiga khusus MTs/SMP. Kompetisi tersebar di 8 titik lokasi dengan jumlah peserta mencapai 1.164 siswa, terdiri dari:
Adapun cabang yang dilombakan terbagi menjadi dua bidang utama, yakni Sains dengan 8 cabang kompetisi dan Riset dengan 3 tema penelitian. Untuk cabang berbasis soal, digunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) guna memastikan transparansi dan akurasi hasil.
Usai pembukaan, Santoso bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, M. Nur Huda, S.Ag, M.Pd.I. melakukan monitoring langsung di MAN 1 Jember dan MAN 2 Jember untuk memastikan kelancaran pelaksanaan.
Melalui OMI ini, Kemenag Jember berharap terbangun budaya belajar yang kuat di kalangan siswa madrasah, sekaligus mengasah intelektualitas, keterampilan, dan karakter. Ajang ini diharapkan pula menjadi pemicu bagi madrasah dan sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga melahirkan generasi unggul yang berdaya saing sekaligus berakhlak mulia.