
Sidoarjo (Humas) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, melantik 94 pejabat di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (21/4). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan Kementerian Agama.
Pejabat yang dilantik terdiri atas lima pejabat fungsional pranata humas, dua pejabat fungsional penyuluh hukum, 80 guru dengan tugas tambahan sebagai kepala madrasah, serta tujuh kepala urusan tata usaha madrasah.
Dari Kabupaten Jember, sejumlah pejabat turut menerima amanah baru. Pada jabatan kepala madrasah, yang dilantik meliputi Nur Aliyah sebagai Kepala MAN 1 Jember, Imam Syahroni sebagai Kepala MAN 3 Jember, serta Jamanhuri sebagai Kepala MTsN 2 Jember. Selain itu, Holid Hikmatullah juga dilantik sebagai Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Pertama pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses pengangkatan jabatan. Ia mengingatkan agar seluruh pejabat yang dilantik menghindari praktik pemberian dalam bentuk apa pun.
“Dalam pengangkatan jabatan ini, hindari pemberian dari dan kepada siapa pun. Jika hal tersebut terjadi, maka surat keputusan (SK) akan dievaluasi,” tegasnya.
Bahtiar juga menekankan bahwa pelantikan yang diterima para pejabat merupakan kehendak Tuhan, bukan karena intervensi pihak tertentu. Oleh karena itu, ia meminta para pejabat tidak mempercayai pihak-pihak yang mengklaim berjasa atas pelantikan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengajak para pejabat untuk menumbuhkan keyakinan atas kapasitas dan kapabilitas diri dalam menjalankan amanah. Menurutnya, keyakinan akan melahirkan harapan serta mendorong upaya untuk memberikan kinerja terbaik.
“Tanpa keyakinan, kita hanya berjalan tanpa arah dan tujuan. Maka keyakinan harus selalu hadir di mana pun kita ditempatkan,” ujarnya.
Terkait penempatan jabatan, Bahtiar memastikan bahwa seluruh keputusan telah melalui pertimbangan matang pimpinan dan tidak didasarkan pada kepentingan pribadi. Ia mengimbau para pejabat untuk menerima penugasan dengan sikap positif, termasuk apabila ditempatkan jauh dari tempat tinggal.
“Di mana pun Anda ditempatkan, itu adalah yang terbaik menurut kehendak Allah. Jangan berprasangka buruk,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan keterbukaan terhadap masukan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi mencerminkan kecerdasan individu, sementara keterbukaan terhadap saran akan memperkuat kualitas pengambilan keputusan.
Dalam konteks kepemimpinan, Bahtiar mendorong penerapan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi, menurutnya, akan menciptakan tanggung jawab kolektif serta memperkuat pelaksanaan tugas.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Tinggalkan pola pikir ‘superman’ dan beralih ke ‘super team’. Libatkan semua pihak agar tugas dan tanggung jawab dapat dijalankan dengan lebih ringan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu melindungi, menghargai, dan mendengarkan bawahannya, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Santoso, yang mengikuti pelantikan secara virtual melalui Zoom, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi.
“Selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik, khususnya dari Kabupaten Jember. Semoga kepercayaan ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, membawa kemajuan bagi madrasah dan satuan kerja masing-masing, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat,” ungkapnya.
Santoso juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik senantiasa menjaga profesionalitas, memperkuat sinergi, serta terus berinovasi dalam menjalankan tugas dan fungsi di lingkungan Kementerian Agama.